Yenny Wahid Kunjungi Muslimat NU Malaysia

id Yenny Wahid

Di sela-sela kunjugannya ke Kuala Lumpur, putri almarhum KH Abdurrahman Wahid Dra Yenny Zannuba Ariffah Chafsoh menyempatkan diri bersilaturrahim dengan PCI Muslimat NU Malaysia.  (1)

Kuala Lumpur, (AntaraKL) - Di sela-sela kunjugannya ke Kuala Lumpur, putri almarhum KH Abdurrahman Wahid Dra Yenny Zannuba Ariffah Chafsoh menyempatkan diri bersilaturrahim dengan PCI Muslimat NU Malaysia. 

Dalam pertemuan yang diadakan di Hotel Adamson Kuala Lumpur tersebut, Sabtu (29/9) malam, Yenny secara khusus meluangkan waktu bertemu dan mendengar langsung kesulitan yang dialami para Tenaga Kerja Indonesia (TKI).

Ketua PCI Muslimat NU, Mimin Mintarsih, dalam sambutannya melaporkan beberapa program kerja kepada Yenny yang juga menjabat sebagai Ketua Hubungan Luar Negeri (HLN) PP Muslimat NU.

“Dalam kesempatan ini kami menyampaikan satu hal yang sangat penting yaitu mahalnya biaya pengobatan untuk warga asing khususnya Indonesia,” terang Mimin.

Karena itu, lanjutnya, adanya kerjasama yang baik dan saling pengertian antara PCI Muslimat NU Malaysia dengan KBRI maupun Kerajaan Malaysia menjadi hal yang sangat urgen.

Menteri Perumahan Malaysia YB Zuraidah Kamarudin yang juga ikut hadir menyatakan bahwa pembangunan perumahan untuk rakyat Malaysia berpendapatan rendah akan dibangun.

Sehari sebelumnya, Jumat (28/9), Yenny yang juga pernah belajar di Harvard’s Kennedy School of Government ini juga melakukan pertemuan dengan Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Rusdi Kirana. 

Rusdi yang juga hadir dalam pertemuan di Adamson tersebut menyatakan akan menyelenggarakan program pendidikan untuk warga Indonesia yang tidak mempunyai dokumen resmi.

Yenny sendiri sekarang menjadi Direktur The Wahid Institute, salah satu lembaga yang fokus mewujudkan cita-cita intelektual Gus Dur dalam membangun pemikiran Islam yang moderat. 
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar