Aisyiyah - Muslimat Malaysia gelar khitanan massal

id Sunatan Massal,Aisyiyah,Muslimat

Pimpinan Cabang Istimewa Aisyiyah dan Pimpinan Cabang Istimewa Muslimat NU Malaysia bersama sejumlah organisasi kembali menyelenggarakan khitanan massal yang dilaksanakan di Masjid Zaid bin Haritsah, Gombak, Kuala Lumpur, Minggu (25/11).

Kuala Lumpur, (ANTARA News) - Pimpinan Cabang Istimewa Aisyiyah dan Pimpinan Cabang Istimewa Muslimat NU Malaysia bersama sejumlah organisasi kembali menyelenggarakan khitanan massal yang dilaksanakan di Masjid Zaid bin Haritsah, Gombak, Kuala Lumpur, Minggu (25/11).

Program sosial yang telah diadakan ke empat kalinya tersebut bertujuan membantu mengkhitankan anak-anak fakir miskin dan yatim piatu secara gratis.

Sejumlah organisasi yang turut terlibat adalah Pengurus Masjid Zaid bin Haritsah, Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama dan Pimpinan Cabang Istimewa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Malaysia.

Acara dimulai pukul 08.00 dibuka oleh sambutan Ketua Masjid Zaid bin Haritsah, Tuan Haji Jaafar bin Hj Ariffin.

Acara diresmikan oleh Direktur Jabatan Agama Islam Wilayah Persekutuan (JAWI) Tuan Hj Mohd Ajib bin Ismail.

Tim dokter didatangkan dari Klinik Qualitas Medical Group Sdn Bhd yang sudah bermitra dalam program ini sejak awal pelaksanaannya empat tahun yang lalu.

Total anak yang mengikuti khitanan ini adalah 61 orang anak, termasuk seorang dewasa berumur 20 tahun. Diantaranya adalah anak-anak buruh migran dan mahasiswa Indonesia di Malaysia.

Setelah pembukaan anak-anak diarak keliling menggunakan mobil. Meskipun hujan mengguyur, anak-anak dan panitia tetap bersemangat.

Selain khitanan massal ada pula pemeriksaan kesehatan, bekam, dan akupuntur gratis yang disediakan oleh tenaga ahli dari PCIM dan PCIA Malaysia.

Dalam sambutannya Direktur JAWI Tuan Haji Mohd Ajib menyampaikan penghargaannya terhadap seluruh komunitas penyelenggara kegiatan ini.

Lebih khusus dia mengapresiasi peran kedua komunitas Ormas NU dan Muhammadiyah yang ada di Malaysia dalam membantu kegiatan masjid dan anak-anak kariah masjid setempat.

Dia berseloroh walaupun masing-masing jamaah NU dan Muhammadiyah di Indonesia memiliki beberapa perbedaan dalam metodologi pengambilan hukum seperti penentuan waktu berpuasa dan berlebaran, namun di Malaysia kita semua memperhatikan undang-undang dan kearifan lokal sehingga terjaga persatuan dan kebersamaan antar ummat di Malaysia.

Oleh sebab itu dia bangga dengan program bersama ini dan mengajak agar kolaborasi ini dapat diteruskan dan dikembangkan ke berbagai kegiatan lainnya seperti membuka kursus-kursus, peringatan Hari Raya dan juga perayaan hari-hari besar Islam.

Harapan yang sama turut disuarakan oleh kedua pimpinan tertinggi Muslimat dan Aisyiyah Malaysia.

Ketua Muslimat Malaysia, Dra Mimin Mintarsih yakin program sosial ini akan dapat berlanjut melihat animo dan dukungan yang berdatangan.

Sementara Ketua Aisyiyah Nita Nasyithah M.Ed. menekankan aspek silaturahmi antar komponen masyarakat Indonesia di Malaysia sekaligus mendatangkan manfaat bagi orang banyak.
Nita menambahkan kegiatan ini bisa pula dilihat untuk meramaikan peringatan Milad 106 Muhammadiyah.

"Jika tema umum yang diambil adalah "Taawun untuk Negeri", maka dengan kegiatan ini kami sedang ber-taawun dari luar negeri," katanya.
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar