Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

Soal beli minyak Rusia, PM Malaysia: Mandat saya lindungi rakyat

Kamis, 16 April 2026 22:38 WIB
Image Print
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim (kanan) menerima Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Malaysia, Kamis (16/4/2026). (ANTARA/HO-Kantor Perdana Menteri Malaysia)

Kuala Lumpur (ANTARA) - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan pandangannya atas peluang pembelian minyak mentah Rusia di tengah potensi sanksi internasional.

Dalam sesi pernyataan bersama dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese, seusai pertemuan keduanya di Malaysia, Kamis, Anwar menyatakan Malaysia memiliki hubungan baik dengan Rusia dan dirinya mengemban mandat melindungi kepentingan rakyat.

"Sebagai sebuah negara kami menjalin hubungan dengan banyak negara. Investasi perdagangan terbesar masih dari Amerika Serikat. Meskipun demikian, kami memiliki hubungan bilateral yang baik dengan Rusia," ujar Anwar Ibrahim di Malaysia, Kamis.

Dia tidak memberikan penjelasan spesifik mengenai kepastian atau negosiasi pembelian minyak mentah dari Rusia. Dia menyatakan bahwa prioritasnya adalah menjalankan mandat rakyat.

"Sekarang saya pikir ada kebutuhan mutlak yang harus kami kelola. Karena prioritas saya, mandat yang saya miliki, adalah untuk melindungi kepentingan rakyat di negara ini," kata Anwar.

Sementara itu mengenai Selat Hormuz, Anwar menyatakan bahwa fakta atas terjadinya serangan terhadap sebuah negara tidak dapat diabaikan.

Oleh sebab itu, kata Anwar, Malaysia sambil mendukung posisi kebebasan navigasi, juga mendorong adanya jaminan untuk mengakhiri permusuhan dan serangan, termasuk sanksi terhadap negara lain.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Soal beli minyak Rusia, PM Malaysia: Mandat saya lindungi rakyat



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026