Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

Merah Putih sepanjang 100 meter membentang di Karnaval Paskah 2026

Jumat, 17 April 2026 22:57 WIB
Image Print
Bendera Merah Putih sepanjang 100 meter membentang pada Karnaval Paskah Kota Semarang 2026, di depan Balai Kota Semarang, Jumat (17/4/2026). ANTARA/HO-Pemkot Semarang

Semarang (ANTARA) - Bentangan bendera Merah Putih sepanjang 100 meter turut memeriahkan pergelaran Karnaval Paskah Kota Semarang 2026 sebagai simbol semangat nasionalisme melalui pendekatan budaya yang inklusif dan membumi.

Ratusan anak muda berasal dari lintas komunitas mengarak bendera yang membentang panjang tersebut di jalan-jalan yang menjadi rute Karnaval Paskah Kota Semarang, Jumat.

Karnaval yang menempuh rute dari Kota Lama hingga berakhir di halaman Balai Kota Semarang itu, melibatkan ribuan peserta, sedangkan masyarakat menyaksikan kegiatan tersebut.

Yunike, pegiat Komunitas History Maker, menjelaskan bahwa kehadiran simbol kebangsaan berupa bendera Merah Putih dalam perayaan Paskah merupakan pesan yang sengaja dihadirkan, terutama bagi generasi muda.

"Walaupun ini perayaan Paskah, kita tetap tidak bisa lepas dari semangat kebangsaan Indonesia. Bendera ini melambangkan bahwa kita berbeda-beda budaya, agama, tetapi tetap satu," katanya.

Ia menegaskan bahwa keterlibatan anak muda dalam kegiatan itu menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan nilai-nilai kebangsaan di tengah perubahan zaman yang cepat.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan karnaval itu tidak hanya melibatkan masyarakat pemeluk Kristen dan Katolik, tetapi juga lintas agama dan komunitas.

"Luar biasa 15.000 (orang). Terima kasih umat Kristen dan Katolik. Dan yang istimewa adalah dari Hindu ikut hadir, dari difabel ikut hadir, dari berbagai macam forum komunitas," katanya.

Karnaval Paskah tersebut, kata dia, menjadi salah satu agenda pariwisata Kota Semarang untuk menarik wisatawan serta investor karena membuktikan sebagai kota yang damai, aman, dan nyaman.

"Kita tunggu sebentar lagi tanggal 26 (April) ada Pawai Ogoh-Ogoh," katanya.

Komunitas penyandang difabel turut memeriahkan Karnaval Paskah Kota Semarang 2026, di depan Balai Kota Semarang, Jumat (17/4/2026). ANTARA/Zuhdiar Laeis

Ketua Panitia Karnaval Paskah Kota Semarang 2026 Romo FX Suhanto Pr mengatakan karnaval tersebut melibatkan komunitas lintas agama.

"Mereka semua datang. Dari Khonghucu, dari penghayat kepercayaan, dari Buddha, Hindu, Kristen, Katolik, lalu juga dari Islam sendiri. Dari Islam sendiri bahkan telah memberikan bantuan yang luar biasa," katanya.

Bantuan itu, antara lain pengamanan melibatkan sekitar 100 orang berasal dari unsur Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah.

"Pesan Paskah kita itu memulihkan, seperti (tema) yang tertulis 'Paskah Memulihkan Harapan Semua Semesta'. Dan harapannya adalah supaya Indonesia, khususnya Kota Semarang itu menjadi damai," katanya.



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026