Ustadz Arifin Ilham diperbolehkan meninggalkan RS Gleneagles

id Rumah Sakit Gleneagles,Ustadz Arifin Ilham

Rumah Sakit Gleneagles

"Menurut informasi dokter yang merawat beliau Dr Amir Shah besok Insyallah menurut rencana sudah bisa pulang dari rumah sakit," ujar Konsul Jendral Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang, Iwanshah Wibisono ketika dihubungi dari Kuala Lump
Ustadz Arifin Ilham bersama istri 


Kuala Lumpur, (ANTARA News) - Pendakwah KH Muhammad Arifin Ilham yang juga Pimpinan Majelis Taklim Adz-Dzikra sudah diperbolehkan meninggalkan Rumah Sakit Gleneagles di Jalan Pangkor Pulau Tikus George Town Pulau Pinang, Malaysia, Jumat (18/1). 

"Menurut informasi dokter yang merawat beliau Dr Amir Shah besok Insyallah menurut rencana sudah bisa pulang dari rumah sakit," ujar Konsul Jendral Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Penang, Iwanshah Wibisono ketika dihubungi dari Kuala Lumpur, Kamis sore.

Namun demikian, ujar Iwanshah, Ustadz Arifin Ilham tidak langsung kembali ke Indonesia, namun istirahat dulu di Penang hingga kondisinya betul-betul pulih.
 
Ustadz Arifin Ilham 


Iwanshah sekaligus menepis kabar yang beredar melalui mesenger bahwa Ustadz Arifin Ilham meninggal dunia.

"Setahu saya nggak betul. Itu hoax. Tadi Kamis jam 06.00 sore masih dalam perawatan Dr Amir Shah dan dan saya baru antar makanan ke beliau," katanya.

Iwanshah mengatakan pihaknya sudah mengantar makanan ke Rumah Sakit Gleneagles tiga kali.

"Kami antar apa yang menjadi selera beliau dan beliau suka. Kami juga ikut anjuran dokter yang tidak dilarang. Nggak boleh sembarangan. Yang kita tahu ada larangan umum. Yang halus-halus. Nggak boleh terlalu berat," katanya.

Iwanshah mengatakan selama Ustadz Arifin Ilham menjalani perawatan kunjungan sangat dibatasi dan hanya dijaga istri serta asisten-nya. 

"Waktu di RSCM selasarnya saja seperti di pasar. Di Rumah Sakit Gleneagles sangat dibatasi. Dipasang himbauan. Kami juga menghimbau masyarakat. Alhamdulillah beliau banyak kemajuan," katanya.

Iwanshah mengatakan ustadz orangnya tidak tega kalau melarang orang mengunjunginya.

"Beliau nggak tegaan. Waktu saya besok dengan bahasa isyarat masih bercanda-canda," katanya.

Iwanshah mengatakan beberapa waktu lalu pihaknya juga mendapatkan kunjungan Majelis Taklim Adz-Dzikra di KJRI Penang.

"Minggu lalu setelah ustadz masuk. Malamnya waktu saya besok esoknya undang teman-teman ke konsulat sekaligus kita atur di rumah sakit agar tetap ada orang yang jaga," katanya.

.

 
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar