
KJRI Johor Bahru dorong penguatan pelindungan pekerja perbatasan

Kuala Lumpur (ANTARA) - Konsulat Jenderal Republik Indonesia Johor Bahru mendorong penguatan pelindungan pekerja perbatasan melalui inisiatif Special Border Treatmenr (SBT).
Insiatif itu mengemuka dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Selat Panjang, Kabupaten Kepulauan Meranti, yang membahas penguatan pelindungan pekerja lintas batas di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti dan Kabupaten Karimun.
Pertemuan tersebut melibatkan pemerintah daerah, instansi terkait, serta berbagai pemangku kepentingan dalam rangka merumuskan langkah bersama untuk menghadirkan tata kelola mobilitas tenaga kerja lintas batas yang lebih aman, tertib, dan bermartabat.
Dalam pembahasan, para peserta menyoroti eratnya kedekatan geografis, sosial, budaya, dan historis antara wilayah perbatasan Indonesia dengan Johor, Malaysia, yang mendorong tingginya mobilitas masyarakat lintas batas.
Di sisi lain, dinamika kebutuhan tenaga kerja di Johor turut menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat perbatasan mencari peluang ekonomi di wilayah tersebut.
Pertemuan juga membahas pentingnya menghadirkan mekanisme yang lebih adaptif dan responsif, guna memastikan WNI yang bekerja di luar negeri memperoleh pelindungan yang memadai dan kepastian hukum, dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku di kedua negara.
Melalui inisiatif SBT didorong pengembangan mekanisme khusus yang mampu menyederhanakan proses, memperkuat pelindungan pekerja, serta mendukung pengelolaan mobilitas tenaga kerja lintas batas secara lebih terkelola dan berkelanjutan.
KJRI Johor Bahru menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dan koordinasi dengan pemerintah daerah, kementerian/lembaga terkait, serta otoritas Malaysia, guna mendorong solusi bersama yang konstruktif dan saling menguntungkan, sejalan dengan semangat kerja sama bilateral Indonesia–Malaysia.
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor:
Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
