Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

Paris kembali berlakukan status waspada panas ekstrem tertinggi

Jumat, 10 Juli 2026 17:31 WIB
Image Print
Arsip foto - Di Paris, ibu kota Prancis, para wisatawan yang berkunjung ke kota tersebut berusaha melindungi diri dari sinar matahari dengan menggunakan payung akibat gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa (25/6/2026). ANTARA/Mohamad Salaheldin Abdelghani Alsayed - Anadolu Agency / pri.

Moskow (ANTARA) - Wilayah Paris kembali ditempatkan dalam status waspada cuaca tingkat tertinggi untuk kedua kalinya pada musim panas ini.

Situasi tersebut menjadi rekor tersendiri karena Prancis belum pernah mengeluarkan dua kali status siaga tertinggi dalam satu musim panas yang sama, demikian dilaporkan media lokal pada Jumat.

Saluran berita BFMTV melaporkan bahwa wilayah Ile-de-France belum pernah mengalami status siaga merah (tertinggi) sebanyak dua kali dalam satu tahun, terlebih dengan jarak yang hanya berselang tiga minggu dari status siaga sebelumnya.

Suhu di Paris sendiri diperkirakan akan melampaui 35°C sepanjang akhir pekan ini.

Secara keseluruhan, sekitar 21,9 juta orang di 24 wilayah administratif di seluruh Prancis diperkirakan akan terdampak oleh pemberlakuan status siaga merah tersebut pada Sabtu.

Badan meteorologi Prancis memproyeksikan suhu udara dapat melonjak hingga mencapai 41°C di wilayah yang membentang dari utara Nouvelle-Aquitaine hingga ke bagian tengah Lembah Loire.

Merespons gelombang panas ekstrem yang tengah melanda negara tersebut, Perdana Menteri Sebastien Lecornu dijadwalkan memimpin rapat darurat penanganan krisis pada hari Jumat pukul 10.00 waktu setempat (08.00 GMT/15:00 WIB).

Sumber: Sputnik/RIA Novosti-OANA


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Paris kembali berlakukan status waspada panas ekstrem tertinggi



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026