China akan mempercepat konsultasi COC di Laut China Selatan
Rabu, 13 Juli 2022 6:25 WIB
Dokumentasi - Sejumlah pesawat tempur dari kapal induk China Liaoning mengadakan latihan di sebuah wilayah di Laut China Selatan, Senin (2/1/2017). ANTARA/REUTERS/Mo Xiaoliang/am
Kuala Lumpur (ANTARA) - Penasihat Negara dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan China akan mempercepat konsultasi Code of Conduct (COC) untuk Laut China Selatan serta bekerja sama dengan semua pemangku kepentingan dalam menciptakan laut yang damai dan kerja sama.
Selama pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah, di Kuala Lumpur, Selasa, Wang Yi mengatakan kedua belah pihak sepakat untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan itu melalui konsensus politik.
“Kami akan mengadvokasi multilateralisme sejati dan regionalisme terbuka yang maju. Kami akan menjunjung tinggi sentralitas ASEAN dan Kerangka Kerja Sama Regional ASEAN,” katanya seperti dikutip Bernama.
“Kami akan menentang konfrontasi dan mentalitas perang dingin," ujar Wang, merujuk pada sengketa laut, dalam konferensi pers bersama dengan Saifuddin.
COC (tata perilaku) dimaksudkan untuk mengurangi risiko konflik di Laut Cina Selatan di jalur perairan yang disengketakan. Beberapa negara anggota ASEAN dan China terlibat dalam klaim teritorial yang tumpang tindih.
Wang sedang berada dalam kunjungan resmi dua hari ke Malaysia mulai Senin (11/7) .
Ia mengatakan Malaysia adalah perhentian terakhir dari lawatannya ke lima negara Asia Tenggara dari 3 Juli hingga 14 Juli. Adapun empat negara lainnya adalah Indonesia, Myanmar, Thailand, dan Filipina.
Mengenai hubungan China-Malaysia, ia mengatakan kedua negara akan merayakan 10 tahun Kemitraan Strategis Komprehensif (CSP) tahun depan dan peringatan 50 tahun hubungan diplomatik pada 2024.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: China akan percepat konsultasi COC di Laut China Selatan
Selama pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Malaysia Saifuddin Abdullah, di Kuala Lumpur, Selasa, Wang Yi mengatakan kedua belah pihak sepakat untuk menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan itu melalui konsensus politik.
“Kami akan mengadvokasi multilateralisme sejati dan regionalisme terbuka yang maju. Kami akan menjunjung tinggi sentralitas ASEAN dan Kerangka Kerja Sama Regional ASEAN,” katanya seperti dikutip Bernama.
“Kami akan menentang konfrontasi dan mentalitas perang dingin," ujar Wang, merujuk pada sengketa laut, dalam konferensi pers bersama dengan Saifuddin.
COC (tata perilaku) dimaksudkan untuk mengurangi risiko konflik di Laut Cina Selatan di jalur perairan yang disengketakan. Beberapa negara anggota ASEAN dan China terlibat dalam klaim teritorial yang tumpang tindih.
Wang sedang berada dalam kunjungan resmi dua hari ke Malaysia mulai Senin (11/7) .
Ia mengatakan Malaysia adalah perhentian terakhir dari lawatannya ke lima negara Asia Tenggara dari 3 Juli hingga 14 Juli. Adapun empat negara lainnya adalah Indonesia, Myanmar, Thailand, dan Filipina.
Mengenai hubungan China-Malaysia, ia mengatakan kedua negara akan merayakan 10 tahun Kemitraan Strategis Komprehensif (CSP) tahun depan dan peringatan 50 tahun hubungan diplomatik pada 2024.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: China akan percepat konsultasi COC di Laut China Selatan
Pewarta : Virna P Setyorini
Editor : Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Negara kelompok G7 sepakat kurangi ketergantungan pada China untuk logam tanah jarang
13 January 2026 10:08 WIB
China tetap dukung PBB dan multilateralisme meski AS mundur dari puluhan badan multilateral
09 January 2026 8:11 WIB
China berikan sanksi bagi 20 perusahaan AS terkait penjualan senjata ke Taiwan
26 December 2025 22:45 WIB
Terpopuler - Ragam
Lihat Juga
Ribuan wisatawan asal Malaysia gunakan Whoosh untuk wisata di libur Natal dan tahun baru
28 December 2025 15:41 WIB
Gunung Semeru kembali erupsi dengan letusan setinggi 1.000 meter Sabtu pagi
20 December 2025 9:01 WIB
Sebanyak 14 mahasiswa UMPSA Malaysia belajar sains-budaya di Universitas Negeri Semarang
15 December 2025 19:01 WIB
KJRI Penang genjot peningkatan kunjungan turis Malaysia ke Indonesia lewat QRIS
03 December 2025 19:23 WIB