PLN pasok aliran listrik di desa perbatasan Sabah dan Sarawak
Rabu, 16 Agustus 2023 8:47 WIB
Suasana Desa perbatasan Kaltara-Serawak ANTARA/HO-Warsi
Tanjung Selor (ANTARA) - Pemerintah melalui BUMN PT. PLN (Persero) kini menjalankan strategi tepat dalam memajukan desa di perbatasan Kalimantan Utara dengan daerah Sabah dan Serawak Malaysia bagian Timur, yakni dengan pengadaan listrik selama 24 jam.
Upaya mensejajarkan diri dengan kemajuan desa di Negeri Jiran tersebut dengan membenahi energi listrik di sejumlah desa perbatasan, hal itu diakui General Manager PLN UID Kaltimra, Joice Lanny Wantania di Nunukan, Rabu.
Strategi itu tentu berdampak langsung untuk mengembangkan perekonomian antara desa Indonesia dengan Malaysia sebagai sesama negara ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara), juga sebagai komitmen negara melalui BUMN dalam pemerataan pelayanan dan akses kelistrikan.
"Program ini dilakukan melalui pembiayaan dana PMN (Penyertaan Modal Negara)," katanya.
"Tercatat sudah ada tujuh desa di perbatasan dialiri listrik 24 jam. Desa terbaru yang mendapat aliran listrik semuanya berada di Kecamatan Sei Menggaris, yaitu yaitu Desa Sekaduyan Taka, Desa Tabur Lestari dan Desa Semaja," paparnya.
Ia menjelaskan bahwa secara bertahap sejumlah desa yang berbatasan langsung dengan Malaysia, mulai mendapat layanan listrik. Khusus tiga desa itu, PLN berhasil mengoperasikan listrik 24 jam bagi tiga desa tersebut sejak Juni 2023.
Selama ini, pemandangan kontras terlihat antara desa di Malaysia dengan di Indonesia karena layanan listrik 24 jam di Negeri Jiran itu.
Tercatat sekitar 500 pelanggan yang terdata pada penyalaan di tiga desa itu. Tahapan untuk layanan penyediaan listrik 24 jam pada tiga desa itu sudah mulai sejak Februari lalu hingga akhirnya dapat beroperasi pada bulan Juni 2023.
PLN berharap masuknya listrik di tiga desa perbatasan milik NKRI itu, dapat memajukan sektor kehidupan desa seperti ekonomi, sosial, pendidikan, dan sektor pendukung lainnya yang bergantung pada listrik.
Hal itu diharapkan denyut perekonomian antara Indonesia dan Malaysia bisa lebih berkembang dengan adanya layanan listrik 24 jam.
Dia menambahkan, sepanjang 2023 sudah ada tujuh desa yang berhasil beroperasi listrik 24 jam, tersebar pada tiga kabupaten yaitu Desa Naha Aya, Desa Lepak Aru, dan Desa Long Pari (Kabupaten Bulungan); Desa Tengku Dacing (Kabupaten Tana Tidung); dan yang terbaru Desa Sekaduyan Taka, Desa Tabur Lestari, dan Desa Semaja (Kabupaten Nunukan).
Ia menjelaskan dengan dukungan luar biasa dari Pemerintah melalui dana PNM membuat semangat kami untuk terus menerangi Nusantara tidak berhenti di sini.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PLN pasok listrik di desa perbatasan Sabah dan Sarawak
Upaya mensejajarkan diri dengan kemajuan desa di Negeri Jiran tersebut dengan membenahi energi listrik di sejumlah desa perbatasan, hal itu diakui General Manager PLN UID Kaltimra, Joice Lanny Wantania di Nunukan, Rabu.
Strategi itu tentu berdampak langsung untuk mengembangkan perekonomian antara desa Indonesia dengan Malaysia sebagai sesama negara ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara), juga sebagai komitmen negara melalui BUMN dalam pemerataan pelayanan dan akses kelistrikan.
"Program ini dilakukan melalui pembiayaan dana PMN (Penyertaan Modal Negara)," katanya.
"Tercatat sudah ada tujuh desa di perbatasan dialiri listrik 24 jam. Desa terbaru yang mendapat aliran listrik semuanya berada di Kecamatan Sei Menggaris, yaitu yaitu Desa Sekaduyan Taka, Desa Tabur Lestari dan Desa Semaja," paparnya.
Ia menjelaskan bahwa secara bertahap sejumlah desa yang berbatasan langsung dengan Malaysia, mulai mendapat layanan listrik. Khusus tiga desa itu, PLN berhasil mengoperasikan listrik 24 jam bagi tiga desa tersebut sejak Juni 2023.
Selama ini, pemandangan kontras terlihat antara desa di Malaysia dengan di Indonesia karena layanan listrik 24 jam di Negeri Jiran itu.
Tercatat sekitar 500 pelanggan yang terdata pada penyalaan di tiga desa itu. Tahapan untuk layanan penyediaan listrik 24 jam pada tiga desa itu sudah mulai sejak Februari lalu hingga akhirnya dapat beroperasi pada bulan Juni 2023.
PLN berharap masuknya listrik di tiga desa perbatasan milik NKRI itu, dapat memajukan sektor kehidupan desa seperti ekonomi, sosial, pendidikan, dan sektor pendukung lainnya yang bergantung pada listrik.
Hal itu diharapkan denyut perekonomian antara Indonesia dan Malaysia bisa lebih berkembang dengan adanya layanan listrik 24 jam.
Dia menambahkan, sepanjang 2023 sudah ada tujuh desa yang berhasil beroperasi listrik 24 jam, tersebar pada tiga kabupaten yaitu Desa Naha Aya, Desa Lepak Aru, dan Desa Long Pari (Kabupaten Bulungan); Desa Tengku Dacing (Kabupaten Tana Tidung); dan yang terbaru Desa Sekaduyan Taka, Desa Tabur Lestari, dan Desa Semaja (Kabupaten Nunukan).
Ia menjelaskan dengan dukungan luar biasa dari Pemerintah melalui dana PNM membuat semangat kami untuk terus menerangi Nusantara tidak berhenti di sini.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PLN pasok listrik di desa perbatasan Sabah dan Sarawak
Pewarta : Iskandar Zulkarnaen
Editor : Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Anwar Ibrahim: Malaysia pilih berdamai dengan Indonesia dan saling hormati kedaulatan
04 February 2026 21:33 WIB
Soal perbatasan RI-Malaysia, Anwar Ibrahim: Jaga hubungan baik kedua negara
04 February 2026 16:08 WIB
Anwar Ibrahim tolak desakan oposisi terkait isu penyerahan lahan ke Indonesia
30 January 2026 23:56 WIB
Ikatan wartawan Malaysia-Indonesia minta media jaga narasi isu perbatasan Sabah--Kaltara
23 January 2026 23:25 WIB
Soal perbatasan, Malaysia komitmen atas kedaulatan bersama dengan Indonesia
23 January 2026 16:36 WIB
Kamboja, Thailand tarik senjata berat dari perbatasan usai deklarasi Kuala Lumpur
09 November 2025 17:27 WIB
Terpopuler - Ekonomi dan Bisnis
Lihat Juga
Warga terdampak bencana di Agam antusias beli daging sapi jelang Ramadhan
16 February 2026 14:10 WIB
PDB Malaysia kuartal empat capai 6,3 persen, didorong permintaan domestik
15 February 2026 10:15 WIB
Menteri Kelautan: Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih tahap satu capai 50 persen
12 February 2026 20:02 WIB