Penyakit misterius di barat Kenya sebabkan 95 siswi dirawat
Kamis, 5 Oktober 2023 6:43 WIB
Ilustrasi - Murid-murid Sekolah Dasar St George di Nairobi, Kenya. ANTARA/Xinhua/JOHN OKOYO/tm
Nairobi, Kenya (ANTARA) - Sekitar 95 siswi di Kenya barat dirawat di rumah sakit akibat penyakit misterius, yang berujung pada penutupan sekolah mereka tanpa batas waktu.
Menurut sejumlah laporan media setempat, para siswi itu dikabarkan menderita penyakit yang melumpuhkan kaki mereka sehingga kebanyakan dari mereka tidak dapat berjalan.
Para pejabat mengungkapkan bahwa 95 siswi itu merupakan murid Sekolah Menengah Putri St. Theresa's Eregi, yang berlokasi 374 kilometer dari Nairobi, dan dirawat di rumah akibat penyakit misterius yang melanda sekolah tersebut.
Keputusan penutupan sekolah dilakukan setelah pihak sekolah dan pejabat Kementerian Pendidikan mengadakan rapat.
Pernyataan dari pihak sekolah menyebutkan ratusan anak yang terdampak akan diizinkan kembali ke sekolah begitu kondisinya sudah dinilai secara saksama, dan bahwa sejumlah langkah penting telah diambil.
Pejabat pendidikan setempat, Bonface Okoth, pada Rabu (4/10) mengatakan kepada awak media bahwa 95 siswi dirawat di rumah sakit untuk mendapat perawatan medis.
Jenis penyakit misterius tersebut masih belum terungkap, namun pejabat kesehatan telah mengatakan bahwa sampel darah korban telah dibawa ke laboratorium Institut Riset Medis Kenya (KEMRI) guna menentukan karakteristik dan asal penyakit tersebut.
KEMRI juga akan mengembangkan protokol pengobatan yang sesuai.
Otoritas meminta orang tua dan wali murid dari korban agar tetap waspada dan memantau kondisi kesehatan anak mereka secara teliti.
Sementara itu, pejabat kesehatan sedang berupaya untuk mengidentifikasi penyebab dan menetapkan langkah-langkah pengendaliannya.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: 95 siswi di Kenya tiba-tiba lumpuh akibat penyakit misterius
Menurut sejumlah laporan media setempat, para siswi itu dikabarkan menderita penyakit yang melumpuhkan kaki mereka sehingga kebanyakan dari mereka tidak dapat berjalan.
Para pejabat mengungkapkan bahwa 95 siswi itu merupakan murid Sekolah Menengah Putri St. Theresa's Eregi, yang berlokasi 374 kilometer dari Nairobi, dan dirawat di rumah akibat penyakit misterius yang melanda sekolah tersebut.
Keputusan penutupan sekolah dilakukan setelah pihak sekolah dan pejabat Kementerian Pendidikan mengadakan rapat.
Pernyataan dari pihak sekolah menyebutkan ratusan anak yang terdampak akan diizinkan kembali ke sekolah begitu kondisinya sudah dinilai secara saksama, dan bahwa sejumlah langkah penting telah diambil.
Pejabat pendidikan setempat, Bonface Okoth, pada Rabu (4/10) mengatakan kepada awak media bahwa 95 siswi dirawat di rumah sakit untuk mendapat perawatan medis.
Jenis penyakit misterius tersebut masih belum terungkap, namun pejabat kesehatan telah mengatakan bahwa sampel darah korban telah dibawa ke laboratorium Institut Riset Medis Kenya (KEMRI) guna menentukan karakteristik dan asal penyakit tersebut.
KEMRI juga akan mengembangkan protokol pengobatan yang sesuai.
Otoritas meminta orang tua dan wali murid dari korban agar tetap waspada dan memantau kondisi kesehatan anak mereka secara teliti.
Sementara itu, pejabat kesehatan sedang berupaya untuk mengidentifikasi penyebab dan menetapkan langkah-langkah pengendaliannya.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: 95 siswi di Kenya tiba-tiba lumpuh akibat penyakit misterius
Pewarta : Asri Mayang Sari
Editor : Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kemenkes Gaza sebut Israel gunakan "senjata tidak biasa" sebabkan luka bakar parah
23 October 2023 17:55 WIB, 2023
Indonesia perkuat sistem deteksi penyakit Marburg di pintu masuk negara
29 March 2023 21:58 WIB, 2023
Terpopuler - Dunia
Lihat Juga
Malaysia bentuk komite selidiki dugaan kepemilikan saham ketua komisi antirasuah
14 February 2026 10:59 WIB
Trump pertimbangkan tambah kapal induk jika kesepakatan dengan Iran gagal
11 February 2026 11:00 WIB
Di hadapan Modi, Anwar: Komunitas India bagian penting dalam pembangunan Malaysia
07 February 2026 21:31 WIB