Jokowi sebut depresiasi rupiah tak ganggu sektor riil dan keuangan
Selasa, 24 Oktober 2023 11:27 WIB
Presiden RI Joko Widodo memberikan keterangan pers usai menghadiri pembukaan Investor’s Daily Summit 2023 di Jakarta, Selasa (24/10/2023). ANTARA/Indra Arief Pribadi
Jakarta (ANTARA) - Presiden RI Joko Widodo mengatakan bahwa nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar AS yang sempat terdepresiasi pada Senin (23/10) tidak mengganggu sektor riil dan keuangan dalam negeri.
Presiden Jokowi menilai bahwa Indonesia patut bersyukur karena pertumbuhan ekonomi masih di atas 5 persen di tengah kondisi perekonomian global yang melemah, salah satunya karena dolar AS yang terus menguat.
"Kemudian kalau kita lihat persentase depresiasi mata uang kita, juga masih aman. Aman untuk sektor riil untuk sektor keuangan, dan aman untuk inflasi," kata Presiden Jokowi dalam sambutannya pada pembukaan Investor’s Daily Summit 2023 di Jakarta, Selasa.
Presiden Jokowi juga sempat menerima laporan terkait perkembangan situasi perekonomian terkini dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang terdiri dari Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua OJK Mahendra Siregar, dan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan Purbaya Yudhi Sadewa.
Dalam laporan tersebut, selain kurs rupiah yang masih terkendali untuk sektor riil dan keuangan, pertumbuhan kredit perbankan juga masih pada level 8,69 persen.
"Kemarin saya bertemu dengan Pak Gubernur BI dan OJK. Saya tanya pertumbuhan kredit di angka berapa? Menurut saya masih tumbuh baik di 8,69 persen. Ini angka yang cukup baik," kata Jokowi.
Kepala Negara menilai bahwa masalah perekonomian semua negara semakin rumit karena kebijakan suku bunga AS di level tinggi dalam jangka waktu panjang atau "higher for longer".
Kebijakan tersebut membuat banyak investor menarik modal asingnya (capital outflow) ke Amerika Serikat sehingga membuat indeks dolar AS menguat secara global.
"Kebijakan kenaikan suku bunga yang tinggi dan dalam waktu lama oleh AS juga semakin merumitkan, utamanya negara-negara berkembang. 'Capital Outflow' semua lari balik ke AS. Semakin juga merumitkan kita semua," kata Jokowi.
Pada penutupan perdagangan Senin (23/10), dolar AS terus menunjukkan penguatan. Kurs rupiah ditutup melemah sebesar 61 poin atau 0,38 persen menjadi Rp15.933 per dolar AS dari penutupan sebelumnya sebesar Rp15.873 per dolar AS.
Namun, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi menguat sebesar 0,35 persen atau 55 poin menjadi Rp15.878 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.933 per dolar AS.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jokowi sebut depresiasi rupiah tak ganggu sektor riil dan keuangan
Presiden Jokowi menilai bahwa Indonesia patut bersyukur karena pertumbuhan ekonomi masih di atas 5 persen di tengah kondisi perekonomian global yang melemah, salah satunya karena dolar AS yang terus menguat.
"Kemudian kalau kita lihat persentase depresiasi mata uang kita, juga masih aman. Aman untuk sektor riil untuk sektor keuangan, dan aman untuk inflasi," kata Presiden Jokowi dalam sambutannya pada pembukaan Investor’s Daily Summit 2023 di Jakarta, Selasa.
Presiden Jokowi juga sempat menerima laporan terkait perkembangan situasi perekonomian terkini dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) yang terdiri dari Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua OJK Mahendra Siregar, dan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan Purbaya Yudhi Sadewa.
Dalam laporan tersebut, selain kurs rupiah yang masih terkendali untuk sektor riil dan keuangan, pertumbuhan kredit perbankan juga masih pada level 8,69 persen.
"Kemarin saya bertemu dengan Pak Gubernur BI dan OJK. Saya tanya pertumbuhan kredit di angka berapa? Menurut saya masih tumbuh baik di 8,69 persen. Ini angka yang cukup baik," kata Jokowi.
Kepala Negara menilai bahwa masalah perekonomian semua negara semakin rumit karena kebijakan suku bunga AS di level tinggi dalam jangka waktu panjang atau "higher for longer".
Kebijakan tersebut membuat banyak investor menarik modal asingnya (capital outflow) ke Amerika Serikat sehingga membuat indeks dolar AS menguat secara global.
"Kebijakan kenaikan suku bunga yang tinggi dan dalam waktu lama oleh AS juga semakin merumitkan, utamanya negara-negara berkembang. 'Capital Outflow' semua lari balik ke AS. Semakin juga merumitkan kita semua," kata Jokowi.
Pada penutupan perdagangan Senin (23/10), dolar AS terus menunjukkan penguatan. Kurs rupiah ditutup melemah sebesar 61 poin atau 0,38 persen menjadi Rp15.933 per dolar AS dari penutupan sebelumnya sebesar Rp15.873 per dolar AS.
Namun, nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi menguat sebesar 0,35 persen atau 55 poin menjadi Rp15.878 per dolar AS dari sebelumnya Rp15.933 per dolar AS.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jokowi sebut depresiasi rupiah tak ganggu sektor riil dan keuangan
Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor : Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Bank Indonesia: Tekanan pasar keuangan dunia pengaruhi rupiah di awal 2026
14 January 2026 11:54 WIB
Analis sebut Rupiah berpotensi menguat seiring Trump buka penyelidikan atas Powell
12 January 2026 11:57 WIB
Rupiah Selasa pagi menguat jadi Rp16.694 seiring investor "wait and see" rilis IKK Indonesia
09 December 2025 10:06 WIB
Rupiah melemah seiring sikap Fed ingin tahan suku bunga acuan lebih lama
20 February 2025 9:36 WIB, 2025
Rupiah melemah dipengaruhi antisipasi rilis data klaim pengangguran Amerika
02 January 2025 10:24 WIB, 2025