Wali kota di Filipina tewas ditembak orang tak dikenal
Sabtu, 26 Oktober 2019 4:53 WIB
Presiden Filipina Rodrigo Duterte (Reuters)
Manila (ANTARA) - Seorang wali kota, yang berada dalam daftar Presiden Filipina Rodrigo Duterte soal para pejabat daerah yang dicurigai terlibat dalam jaringan narkoba, tewas ditembak oleh orang tak dikenal pada Jumat.
Insiden itu merupakan kasus penembakan terbaru pada kalangan tokoh terkemuka dalam perang yang dilancarkan Duterte terhadap perdagangan narkoba.
David Navarro, wali kota kecil di pulau selatan Mindanao, sedang dibawa oleh polisi ke kantor kejaksaan di Cebu City di Filipina tengah, ketika beberapa pria bersenjata menyergap dia dan para personel polisi yang mengawalnya, kata kepolisian.
Navarro ditangkap polisi pada Kamis (24/10) setelah ia dituduh melecehkan seorang tukang pijat di Cebu.
Nama Navarro berada dalam daftar terbaru Duterte yang berisi para "politisi-narkoba". Daftar itu diluncurkan Duterte kepada publik pada Maret, menjelang pemilihan paruh waktu pada Mei 2019.
Kepolisian mengatakan mereka telah membunuh 6.700 pengedar narkoba dalam adu tembak selama perang terhadap narkoba. Perang tersebut mulai dilancarkan Duterte lebih dari tiga tahun lalu dan menuai kecaman dari kelompok-kelompok pembela hak asasi manusia di dalam dan luar negeri.
Pada 14 Oktober, kepala kepolisian Filipina mengundurkan diri kurang dari satu bulan sebelum pensiun setelah ia dituduh terlibat dalam kejahatan "mendaur ulang" narkoba sitaan.
Tuduhan itu bisa merongrong gerakan antinarkotika yang diusung pemerintah.
Sumber: Reuters
Insiden itu merupakan kasus penembakan terbaru pada kalangan tokoh terkemuka dalam perang yang dilancarkan Duterte terhadap perdagangan narkoba.
David Navarro, wali kota kecil di pulau selatan Mindanao, sedang dibawa oleh polisi ke kantor kejaksaan di Cebu City di Filipina tengah, ketika beberapa pria bersenjata menyergap dia dan para personel polisi yang mengawalnya, kata kepolisian.
Navarro ditangkap polisi pada Kamis (24/10) setelah ia dituduh melecehkan seorang tukang pijat di Cebu.
Nama Navarro berada dalam daftar terbaru Duterte yang berisi para "politisi-narkoba". Daftar itu diluncurkan Duterte kepada publik pada Maret, menjelang pemilihan paruh waktu pada Mei 2019.
Kepolisian mengatakan mereka telah membunuh 6.700 pengedar narkoba dalam adu tembak selama perang terhadap narkoba. Perang tersebut mulai dilancarkan Duterte lebih dari tiga tahun lalu dan menuai kecaman dari kelompok-kelompok pembela hak asasi manusia di dalam dan luar negeri.
Pada 14 Oktober, kepala kepolisian Filipina mengundurkan diri kurang dari satu bulan sebelum pensiun setelah ia dituduh terlibat dalam kejahatan "mendaur ulang" narkoba sitaan.
Tuduhan itu bisa merongrong gerakan antinarkotika yang diusung pemerintah.
Sumber: Reuters
Pewarta : Tia Mutiasari
Editor : Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wali Kota Banda Aceh nilai Indonesia masih sangat membutuhkan Kantor Berita ANTARA
02 October 2025 20:36 WIB
Kota Miri Serawak ingin mempererat kerja sama dengan Kota Singkawang
01 October 2022 21:04 WIB, 2022
Terpopuler - Headlines
Lihat Juga
Pengurus Majlis Persatuan dan Persaudaraan Masyarakat Madura 2025-2027 dilantik di Selangor
27 July 2025 20:07 WIB
Sekretaris PM: Protes terhadap kepemimpinan Anwar Ibrahim hanya manuver politik
21 July 2025 11:01 WIB