Sandiaga Uno mengaku pernah di-PHK saat di Kuala Lumpur
Jumat, 25 September 2020 19:09 WIB
Sandiaga Uno (1)
KUALA LUMPUR (ANTARA) - Dalam salah satu sesi webinar bertajuk "Meningkatkan Daya Saing Pekerja Migran Indonesia" yang diadakan oleh Masyarakat Ekonomi Syariah Chapter DKI Jakarta bekerjasama dengan PCI Muhammadiyah Malaysia, MES Malaysia dan Bank Infaq, Sandiaga yang menjadi pembicara utama mengaku pernah menjadi pekerja migran.
“Saya dulu sempat menjadi pekerja migran. Yaitu pada tahun 1993 - 1997, di Kuala Lumpur. Saya dulu merasakan juga jauh dari tanah air, jauh dari keluarga, pulang pas hanya lebaran. Dan kemudian saya kena PHK karena krisis moneter," ungkapnya.
Setelah di-PHK, Sandi kemudian terpaksa membuka usaha di bidang konsultan keuangan di tanah air. Jadi keadaan sulit, krisis, musibah, pasti ada hikmah kebaikannya. Usahanya kemudian berkembang hingga kini menjadi perusahaan investasi dan mampu membuka lapangan kerja hingga sebanyak 30 ribu orang.
“Betul, jadi di balik musibah pasti ada hikmahnya. Jika tidak ada krisis moneter dan di-PHK saat itu, mungkin saja saya masih menjadi pekerja migran” jelasnya sambil tersenyum khas papa online. Dalam sesi tersebut, Sandi juga memperkenalkan terobosan barunya yakni Bank Infaq. Sebuah wadah dengan misi membantu mempermudah pendanaan UMKM atau masyarakat yang baru memulai membuka usaha.
Dalam webinar ini, selain para pembicara yang mewakili penyelenggara, hadir juga Ketua PCI Muhammadiyah Malaysia, sekaligus anggota dewan pembina MES Malaysia, yaitu Assoc. Prof. Sonny Zulhuda memberikan sambutan.
Pak Sonny, begitu sapaan akrab beliau, menyampaikan kegembiraannya atas sinergi berbagai pihak atas terselenggaranya webinar ini sebagai wujud upaya edukasi kepada teman-teman pekerja migran (PMI).
“Kami sangat senang dan menyambut baik berbagai inisiatif yang ada di bawah komando Bang Sandi, khsususnya terkait Bank Infaq. Segala kemungkinan perlu diupayakan untuk terus bergerak memberdayakan perekonomian warga dan masyarakat," katanya.
Webinar ini dilaksanakan pada ahad 19 September 2020. Didukung oleh Warung Soto Lamongan, Kopi Segaleh, Visi Peradaban Foundation dan media partner Antara Biro Kuala Lumpur.
“Saya dulu sempat menjadi pekerja migran. Yaitu pada tahun 1993 - 1997, di Kuala Lumpur. Saya dulu merasakan juga jauh dari tanah air, jauh dari keluarga, pulang pas hanya lebaran. Dan kemudian saya kena PHK karena krisis moneter," ungkapnya.
Setelah di-PHK, Sandi kemudian terpaksa membuka usaha di bidang konsultan keuangan di tanah air. Jadi keadaan sulit, krisis, musibah, pasti ada hikmah kebaikannya. Usahanya kemudian berkembang hingga kini menjadi perusahaan investasi dan mampu membuka lapangan kerja hingga sebanyak 30 ribu orang.
“Betul, jadi di balik musibah pasti ada hikmahnya. Jika tidak ada krisis moneter dan di-PHK saat itu, mungkin saja saya masih menjadi pekerja migran” jelasnya sambil tersenyum khas papa online. Dalam sesi tersebut, Sandi juga memperkenalkan terobosan barunya yakni Bank Infaq. Sebuah wadah dengan misi membantu mempermudah pendanaan UMKM atau masyarakat yang baru memulai membuka usaha.
Dalam webinar ini, selain para pembicara yang mewakili penyelenggara, hadir juga Ketua PCI Muhammadiyah Malaysia, sekaligus anggota dewan pembina MES Malaysia, yaitu Assoc. Prof. Sonny Zulhuda memberikan sambutan.
Pak Sonny, begitu sapaan akrab beliau, menyampaikan kegembiraannya atas sinergi berbagai pihak atas terselenggaranya webinar ini sebagai wujud upaya edukasi kepada teman-teman pekerja migran (PMI).
“Kami sangat senang dan menyambut baik berbagai inisiatif yang ada di bawah komando Bang Sandi, khsususnya terkait Bank Infaq. Segala kemungkinan perlu diupayakan untuk terus bergerak memberdayakan perekonomian warga dan masyarakat," katanya.
Webinar ini dilaksanakan pada ahad 19 September 2020. Didukung oleh Warung Soto Lamongan, Kopi Segaleh, Visi Peradaban Foundation dan media partner Antara Biro Kuala Lumpur.
Pewarta : Raffiudin
Editor : Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sandiaga Uno usul dana abadi pariwisata bisa untuk MotoGP hingga Java Jazz
14 July 2024 16:55 WIB, 2024
Sandiaga Uno pastikan telah dibentuk satgas penurunan harga tiket pesawat
14 July 2024 11:02 WIB, 2024
Sandiaga Uno: Pembahasan usulan bebas visa kunjungan 20 negara masuki tahap akhir
09 July 2024 7:34 WIB, 2024
Sandiaga Uno luncurkan Senandung Dewi untuk tarik kunjungan ke desa wisata
02 July 2024 19:09 WIB, 2024
Menparekraf sebut Gelar Melayu Serumpun perkuat persaudaraan dan pariwisata
30 May 2024 6:18 WIB, 2024
Menparekraf Sandiaga Uno terima Ulos Ragi Hotang di Desa Wisata Meat di Toba
26 November 2023 9:31 WIB, 2023
Sandi siapkan paket wisata di Batam dan Bintan jelang konser Coldplay di Singapura
13 June 2023 10:58 WIB, 2023
Terpopuler - Headlines
Lihat Juga
Pengurus Majlis Persatuan dan Persaudaraan Masyarakat Madura 2025-2027 dilantik di Selangor
27 July 2025 20:07 WIB
Sekretaris PM: Protes terhadap kepemimpinan Anwar Ibrahim hanya manuver politik
21 July 2025 11:01 WIB