AirAsia Malaysia mungkin akan PHK staf
Selasa, 29 September 2020 7:58 WIB
Pesawat AirAsia terlihat terparkir di Bandara Internasional Kuala Lumpur 2, saat perintah kontrol pergerakan akibat penyebaran penyakit virus korona (COVID-19), di Sepang, Malaysia, Selasa (14/4/2020). (REUTERS/LIM HUEY TENG)
Kuala Lumpur (ANTARA) - Maskapai murah andalan Malaysia, AirAsia Grup Bhd, sedang mempertimbangkan untuk melakukan pemutusan hubungan kerja ((PHK) pada ratusan karyawan dalam mengatasi dampak pandemi virus corona, menurut laporan kantor berita negara, Bernama, Senin.
AirAsia X Bhd, baik unitnya di Malaysia maupun layanan jarak jauh, berencana memberhentikan masing-masing beberapa ratus anggota staf, kata Bernama.
Laporan Bernama itu didasarkan atas keterangan seorang sumber yang menghadiri sesi temu wicara, yang diadakan secara terpisah oleh kedua unit itu pada Senin.
AirAsia belum menanggapi permintaan dari Reuters untuk berkomentar.
Staf yang dirumahkan akan diberi tahu dalam 72 jam, dan AirAsia Malaysia akan memberi mereka sejumlah bantuan, seperti tunjangan kesehatan dan penukaran kupon penerbangan akhir tahun.
Chief Executive Officer Riad Asmat mengatakan kelompok maskapai penerbangan itu telah menghubungi pemerintah namun belum menerima tanggapan apa pun.
Mereka yang diberhentikan kemudian akan dipekerjakan kembali setelah maskapai melewati pandemi. Staf yang tersisa tidak akan dipotong gajinya.
Sementara itu, AirAsia X akan melakukan penghematan lebih luas menyangkut staf teknis dan awak kabin, dengan metode last in, first out (masuk terakhir, keluar pertama.
"Saya tidak tahu kapan kami akan terbang. Kami pikir, yang terbaik adalah berhemat dan kami berharap bisa memberikan kepastian kepada masyarakat," kata Chief Executive Officer Benyamin Ismail.
Gaji akan ditinjau, dan beberapa staf akan ditawari mengambil cuti tanpa dibayar, kemungkinan untuk jangka waktu enam bulan atau sampai situasinya membaik, Bernama melaporkan.
PHK AirAsia Malaysia kemungkinan akan selesai pada akhir September, sementara staf AirAsia X yang terkena dampak akan diberhentikan pada akhir Oktober.
Sumber: Reuters
AirAsia X Bhd, baik unitnya di Malaysia maupun layanan jarak jauh, berencana memberhentikan masing-masing beberapa ratus anggota staf, kata Bernama.
Laporan Bernama itu didasarkan atas keterangan seorang sumber yang menghadiri sesi temu wicara, yang diadakan secara terpisah oleh kedua unit itu pada Senin.
AirAsia belum menanggapi permintaan dari Reuters untuk berkomentar.
Staf yang dirumahkan akan diberi tahu dalam 72 jam, dan AirAsia Malaysia akan memberi mereka sejumlah bantuan, seperti tunjangan kesehatan dan penukaran kupon penerbangan akhir tahun.
Chief Executive Officer Riad Asmat mengatakan kelompok maskapai penerbangan itu telah menghubungi pemerintah namun belum menerima tanggapan apa pun.
Mereka yang diberhentikan kemudian akan dipekerjakan kembali setelah maskapai melewati pandemi. Staf yang tersisa tidak akan dipotong gajinya.
Sementara itu, AirAsia X akan melakukan penghematan lebih luas menyangkut staf teknis dan awak kabin, dengan metode last in, first out (masuk terakhir, keluar pertama.
"Saya tidak tahu kapan kami akan terbang. Kami pikir, yang terbaik adalah berhemat dan kami berharap bisa memberikan kepastian kepada masyarakat," kata Chief Executive Officer Benyamin Ismail.
Gaji akan ditinjau, dan beberapa staf akan ditawari mengambil cuti tanpa dibayar, kemungkinan untuk jangka waktu enam bulan atau sampai situasinya membaik, Bernama melaporkan.
PHK AirAsia Malaysia kemungkinan akan selesai pada akhir September, sementara staf AirAsia X yang terkena dampak akan diberhentikan pada akhir Oktober.
Sumber: Reuters
Pewarta : Tia Mutiasari
Editor : Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PDB Malaysia kuartal empat capai 6,3 persen, didorong permintaan domestik
15 February 2026 10:15 WIB
Malaysia bentuk komite selidiki dugaan kepemilikan saham ketua komisi antirasuah
14 February 2026 10:59 WIB
Menpora RI dan Malaysia bahas prestasi olahraga, dorong kekuatan Asia Tenggara
11 February 2026 2:02 WIB
Di hadapan Modi, Anwar: Komunitas India bagian penting dalam pembangunan Malaysia
07 February 2026 21:31 WIB
Terpopuler - Headlines
Lihat Juga
Pengurus Majlis Persatuan dan Persaudaraan Masyarakat Madura 2025-2027 dilantik di Selangor
27 July 2025 20:07 WIB
Sekretaris PM: Protes terhadap kepemimpinan Anwar Ibrahim hanya manuver politik
21 July 2025 11:01 WIB