Penerbangan Kinabalu - Jakarta bakal dibuka

id Rusdi Kirana

Rusdi Kirana bertemu Menteri Pelancongan Budaya dan Lingkungan Sabah, Datuk Seri Panglima Masidi Manjun (FOTO ANTARA/KBRIKL/Stania) (1)

Kinabalu, (Antara) - Warga Negara Indonesia (WNI) di Kinabalu, Negara Bagian Sabah, Malaysia, meminta kepada Dubes RI di Kuala Lumpur, Rusdi Kirana, yang juga pemilik Lions Air Grup agar membuka penerbangan Kinabalu ke Jakarta.

Permintaan tersebut disampaikan tokoh masyarakat setempat, Harun Tafsir, saat dialog dengan Duta Besar, Rusdi Kirana di Konsulat Jenderal RI (KJRI) Kota Kinabalu, Kamis.

"Penerbangan langsung Kinabalu - Jakarta sekarang berhenti. Kalau berkenan agar ada `direct flight` lagi. Di Kota Kinabalu juga ada Suku Bugis dan Suku Jawa saya usul agar dibuka juga `flight` Kinabalu - Makassar - Surabaya," katanya.

Harun juga mengusulkan agar WNI di luar negeri bisa mendaftarkan haji di luar negeri karena kalau mengikuti di dalam negeri kuota terbatas sehingga antrian berangkatnya lama.

"Saya juga menyampaikan keluhan dari para WNI yang ikut coblosan Pemilu di luar negeri. Ada pekerja ladang yang mengatakan sudah lima kali mengikuti Pemilu di Kinabalu namun hingga saat ini tidak ada anggota DPR dari luar negeri," katanya.

Menanggapi pertanyaan tersebut Rusdi Kirana mengatakan pihaknya secepatnya akan mengaktifkan kembali penerbangan Kinabalu - Jakarta.

"Saya telah bertemu Menteri Pelancongan Sabah untuk mengaktifkan kembal rute tersebut. Mungkin Jakarta - Kinabalu bisa di-combine ke Hongkong sehingga kapasitas tempat duduknya bertambah. Nanti kalau berhasil baru ke Kinabalu - Makassar. Yang kita realisasikan Kinabalu - Jakarta dulu," katanya.

Tentang kuota haji, ujar dia, ada baiknya Konjen berkirim surat ke KBRI kemudian dilanjutkan ke Kemenag apakah WNI di luar negeri bisa dikasih kuota sendiri.

"Tentang DPR dari luar negeri. Yang saya tahu DPR RI mau membuat Dapil luar negeri. Mungkin pada 2024," katanya. ***3***
(T.A034/B/B012/B012) 07-09-2017 20:24:02
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar