
Pemimpin ASEAN rilis hasil peninjauan dan keputusan bersama terkait Myanmar

Kuala Lumpur (ANTARA) - Para pemimpin negara-negara anggota ASEAN merilis hasil peninjauan dan keputusan bersama terkait pelaksanaan lima poin konsensus (5PC) dalam upaya penyelesaian konflik yang terjadi di Myanmar.
Dokumen hasil peninjauan dan keputusan para pemimpin ASEAN itu dirilis Kementerian Luar Negeri Malaysia, di Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu malam, selaku perwakilan negara pemegang keketuaan ASEAN tahun ini.
Berikut dokumen peninjauan dan keputusan bersama pemimpin ASEAN tentang konflik Myanmar:
Tinjauan:
-
Kami meninjau pelaksanaan Konsensus Lima Poin (5PC) dan mencatat rekomendasi dari Pertemuan ke-37 Dewan Koordinasi ASEAN (ACC) serta Pertemuan Para Menteri Luar Negeri ASEAN pada 9 Juli dan 25 Oktober 2025.
-
Kami membahas perkembangan di Myanmar dan menyatakan keprihatinan mendalam atas konflik serta situasi kemanusiaan yang mengkhawatirkan di negara tersebut, serta kurangnya kemajuan nyata dalam pelaksanaan 5PC. Kami mengecam berlanjutnya tindakan kekerasan di Myanmar terhadap warga sipil, fasilitas publik, dan infrastruktur sipil. Kami mendesak semua pihak terkait untuk mengambil tindakan nyata guna segera menghentikan kekerasan tanpa pandang bulu, menghindari eskalasi, menahan diri secara maksimal, memastikan perlindungan dan keselamatan seluruh warga sipil, serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi penyaluran bantuan kemanusiaan dan dialog politik nasional yang inklusif.
-
Kami menegaskan kembali komitmen berkelanjutan ASEAN untuk membantu Myanmar dalam menemukan solusi damai dan berkelanjutan bagi krisis yang sedang berlangsung, karena Myanmar tetap merupakan bagian integral dari ASEAN.
-
Kami mengapresiasi upaya Ketua ASEAN dalam memastikan kemajuan pelaksanaan 5PC secara menyeluruh, dengan tujuan utama memulihkan perdamaian, stabilitas, dan demokrasi melalui penyelesaian politik yang menyeluruh, dimiliki, dan dipimpin oleh Myanmar sendiri.
-
Kami mencatat Penilaian Komprehensif atas Pelaksanaan 5PC (2021–2025) yang disiapkan oleh Sekretariat ASEAN.
-
Kami menyambut kunjungan kemanusiaan bersama oleh Menteri Luar Negeri Malaysia dan Thailand pada 5 April 2025 yang menegaskan semangat kerja sama erat ASEAN dalam tanggapan kemanusiaan.
-
Kami menyambut Kunjungan Kerja Menteri Luar Negeri Malaysia ke Nay Pyi Taw, Myanmar pada 9 Oktober 2025, dalam kapasitasnya sebagai Ketua Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN, sebagai bagian dari upaya penyelesaian krisis di Myanmar.
-
Kami memuji kerja Ketua ASEAN, melalui Utusan Khususnya, dalam membangun keterlibatan yang inklusif dengan seluruh pemangku kepentingan relevan di Myanmar dengan mempromosikan dialog nasional inklusif, menjalin komunikasi dengan pihak-pihak terkait termasuk organisasi regional dan internasional secara berkelanjutan, menuju penyelesaian yang dimiliki dan dipimpin oleh Myanmar.
-
Kami mengakui bahwa pendekatan ASEAN yang berkelanjutan, objektif, dan inklusif merupakan langkah penting dalam membangun kepercayaan, menjembatani perbedaan di antara berbagai pemangku kepentingan, memfasilitasi penyaluran bantuan kemanusiaan yang aman bagi masyarakat Myanmar tanpa diskriminasi, serta mempromosikan penghentian kekerasan dan pembentukan dialog nasional yang inklusif.
-
Kami mengapresiasi kontribusi Negara-Negara Anggota ASEAN, mitra eksternal, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), sektor swasta, dan semua pihak di Myanmar yang terus mendukung Pusat Koordinasi ASEAN untuk Bantuan Kemanusiaan dalam Penanggulangan Bencana (AHA Centre) dalam memastikan respons yang efektif serta penyaluran bantuan kemanusiaan secara inklusif kepada para pengungsi internal (IDPs) di berbagai wilayah Myanmar, sesuai dengan Penilaian Kebutuhan Bersama (JNA), serta membantu pemulihan dan rehabilitasi masyarakat yang terdampak gempa bumi pada 28 Maret 2025.
-
Kami menyambut kemajuan penyediaan Bantuan Kemanusiaan ASEAN di bawah Tahap 1 (penyelamatan jiwa/tanggapan COVID-19) dan Tahap 2 (pemeliharaan kehidupan) oleh AHA Centre, bekerja sama dengan Myanmar untuk melaksanakan Poin ke-4 dari 5PC para Pemimpin ASEAN.
-
Kami mencatat dengan apresiasi dukungan berkelanjutan dari komunitas internasional, khususnya PBB, terhadap upaya ASEAN dalam pelaksanaan 5PC, yang tetap penting dalam membantu rakyat Myanmar mencapai solusi damai dan berkelanjutan yang dimiliki dan dipimpin oleh Myanmar melalui dialog nasional yang inklusif.
-
Kami mencatat pemaparan dari Myanmar mengenai perkembangan terkini di negaranya, termasuk persiapan untuk pemilihan umum.
-
Kami mencatat hasil diskusi dari Konsultasi Informal yang terdiri dari Ketua ASEAN saat ini, sebelumnya, dan berikutnya mengenai pelaksanaan 5PC dan keputusan yang diambil dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN ke-58 pada Juli 2025 untuk menyelenggarakan pertemuan antar Utusan Khusus tentang Myanmar serta konsultasi informal yang diperluas dengan partisipasi Negara-Negara Anggota ASEAN yang berminat. Kami mengakui pelaksanaan pertemuan para Utusan Khusus mengenai Myanmar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Juli 2025..
-
Kami mengakui laporan komprehensif Ketua mengenai pelaksanaan 5PC selama Konsultasi Informal yang Diperluas pada 24 Oktober 2025 dan, sejalan dengan penilaian laporan tersebut, kami menegaskan kembali keprihatinan mendalam atas kurangnya kemajuan substansial dalam pelaksanaan 5PC oleh otoritas Myanmar. Oleh karena itu, kami sepakat pada hal-hal berikut:
Atas dasar tinjauan itu, para pemimpin ASEAN menyepakati sejumlah keputusan yakni:
-
Menegaskan kembali bahwa 5PC tetap menjadi acuan utama dalam menangani krisis politik di Myanmar dan mendesak pelaksanaannya secara penuh untuk membantu rakyat Myanmar mencapai penyelesaian damai yang inklusif dan berkelanjutan, yang dimiliki dan dipimpin oleh Myanmar, demi kesejahteraan rakyat Myanmar serta berkontribusi pada perdamaian, keamanan, dan stabilitas kawasan.
-
Mendesak semua pihak dan pemangku kepentingan terkait di Myanmar, khususnya angkatan bersenjata dan pasukan keamanan, untuk menurunkan eskalasi kekerasan dan menghentikan serangan yang menargetkan warga sipil dan infrastruktur sipil, serta meningkatkan upaya pembangunan kepercayaan. Kami juga menyerukan pelaksanaan penuh atas gencatan senjata yang diperluas dan diperpanjang di seluruh Myanmar sebagaimana ditegaskan dalam Pernyataan Para Pemimpin ASEAN tentang Gencatan Senjata yang Diperluas dan Diperpanjang di Myanmar yang dikeluarkan pada 26 Mei 2025.
-
Mendorong mitra regional dan eksternal serta mitra internasional lainnya untuk meningkatkan dukungan finansial guna memastikan kelanjutan upaya yang dilakukan oleh AHA Centre dalam memperluas penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Myanmar. Kami juga menyerukan penyaluran bantuan kemanusiaan melalui AHA Centre maupun mekanisme lain untuk memastikan penyaluran bantuan yang aman, tepat waktu, efektif, dan transparan tanpa diskriminasi.
-
Melanjutkan keterlibatan dengan semua pemangku kepentingan relevan di Myanmar oleh Utusan Khusus Ketua ASEAN, dengan dukungan Negara-Negara Anggota ASEAN dan negara-negara tetangga Myanmar yang relevan, sesuai dengan 5PC, untuk membangun kepercayaan menuju penyelenggaraan dialog nasional inklusif, dengan tujuan mencapai penyelesaian damai yang berkelanjutan yang dimiliki dan dipimpin oleh Myanmar.
-
Mempercepat upaya ASEAN yang sedang berlangsung dan pendekatan relevan lainnya yang dipimpin oleh Ketua ASEAN, termasuk melalui konsultasi informal yang terdiri dari Ketua ASEAN saat ini, sebelumnya, dan berikutnya, serta konsultasi informal yang diperluas dengan partisipasi Negara-Negara Anggota ASEAN lainnya yang berminat. Kami menegaskan kembali nilai dari konsultasi tersebut dan tetap berkomitmen untuk berkoordinasi secara erat di bawah mekanisme itu guna memastikan kesinambungan upaya kolektif ASEAN.
-
Mendorong kelanjutan pertemuan antara Utusan Khusus Ketua ASEAN dan Utusan Khusus lainnya mengenai Myanmar untuk berbagi pengalaman, pandangan, dan saran, serta membahas langkah ke depan dalam mendukung pelaksanaan 5PC. Kami menekankan pentingnya koordinasi yang erat antara Utusan Khusus Ketua ASEAN dan Utusan Khusus Sekretaris Jenderal PBB untuk Myanmar. Kami juga menegaskan pentingnya Negara-Negara Anggota ASEAN untuk tetap mendapat informasi dan terlibat dalam proses tersebut. Setiap upaya oleh Negara Anggota ASEAN dalam koordinasi dengan Ketua ASEAN untuk menangani krisis di Myanmar harus tetap selaras dengan 5PC.
-
Mencatat bahwa Pejabat Senior telah ditugaskan untuk membahas usulan pembentukan Utusan Khusus ASEAN jangka panjang untuk Myanmar guna memastikan keberlanjutan peran tersebut.
-
Melanjutkan pelaksanaan keputusan dari KTT ASEAN ke-40, ke-41, ke-43, ke-44, ke-45, dan ke-46 mengenai representasi non-politis Myanmar dalam KTT ASEAN dan Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN hingga terdapat kemajuan yang berarti dalam pelaksanaan 5PC. Kami menegaskan bahwa krisis di Myanmar tidak boleh mempengaruhi proses pembangunan Komunitas ASEAN dan pengambilan keputusan, serta berjanji untuk terus bekerja sama dalam menjaga dan mempromosikan perdamaian, keamanan, dan stabilitas.
-
Menetapkan bahwa setelah Kepemimpinan Filipina atas ASEAN pada tahun 2026, rotasi Kepemimpinan berikutnya akan terus dilakukan berdasarkan urutan abjad, hingga keputusan berbeda ditetapkan.
-
Meningkatkan penyaluran bantuan kemanusiaan ASEAN yang aman, efektif, dan transparan tanpa diskriminasi berdasarkan Penilaian Kebutuhan Bersama (JNA) oleh AHA Centre dengan dukungan berkelanjutan dari para pemangku kepentingan relevan di Myanmar, termasuk melalui upaya lintas batas bila diperlukan. Memastikan bahwa bantuan tanpa diskriminasi dapat langsung menjangkau para pengungsi internal yang terdampak konflik bersenjata yang sedang berlangsung, sambil menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan tantangan kemanusiaan yang terus berkembang di lapangan.
-
Mencatat rencana Myanmar untuk menyelenggarakan Pemilihan Umum pada Desember 2025 dan undangan kepada Negara-Negara Anggota ASEAN untuk mengirim pengamat pemilu, serta menekankan pentingnya pemilihan umum yang bebas, adil, damai, transparan, inklusif, dan kredibel. Kami menegaskan bahwa penghentian kekerasan dan dialog politik inklusif harus mendahului pelaksanaan pemilihan umum.
-
Menegaskan kembali komitmen kami untuk memperkuat kerja sama di antara Negara-Negara Anggota ASEAN, antara ASEAN dan Mitra Eksternalnya, serta dengan negara-negara tetangga Myanmar dan PBB, guna mendukung upaya ASEAN menangani krisis di Myanmar dan memerangi kejahatan lintas negara yang timbul akibat konflik, termasuk perdagangan manusia, perdagangan narkoba, pengungsian, ancaman siber, penipuan daring, dan risiko keamanan lainnya.
-
Kami akan meninjau kembali keputusan-keputusan di atas pada sesi mendatang dan menugaskan para Menteri Luar Negeri ASEAN untuk terus memantau kemajuan serta melaporkan kepada KTT ASEAN berikutnya.
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor:
Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
