Imigrasi Malaysia bongkar sindikat pemalsu dokumen

id Imigrasi Malaysia,Sindikat,Pemalsu dokumen,Malaysia

Kepala Jawatan Imigrasi Malaysia, Datuk Seri Mustafar Bin Haji Ali (Foto ANTARA / Agus Setiawan)

"Serbuan berhasil menangkap sebanyak 17 orang lelaki warga Bangladesh, dua lelaki warga Pakistan, satu orang wanita warga Banglades, empat wanita WNI dan satu orang wanita warga Filipina berumur 25 hingga 50 tahun," katanya.
Kuala Lumpur, (AntaraKL) - Pasukan Taktis Khusus (PASTAK) dan Bagian Operasi, Investigasi dan Penuntutan Dakwaan Kantor Imigrasi Malaysia berhasil membongkar satu sindikat pemalsuan berbagai dokumen di sekitar Lembah Klang, Kuala Lumpur.

"Operasi khusus tersebut dilaksanakan di beberapa lokasi yang telah dikenal digunakan para sindikat dengan mengerahkan kekuatan 50 orang anggota di lokasi-lokasi yang telah ditetapkan," ujar Kepala Kantor Imigrasi Malaysia (JIM) Datuk Seri Mustafar Ali, Selasa.

Mustafar mengatakan, hasil pengintaian selama dua bulan telah mengenal komplotan sindikat yang aktif bergerak di sekitar Lembah Klang dan senantiasa keluar dan masuk ke Malaysia.

"Serbuan berhasil menangkap sebanyak 17 orang lelaki warga Bangladesh, dua lelaki warga Pakistan, satu orang wanita warga Banglades, empat wanita WNI dan satu orang wanita warga Filipina berumur 25 hingga 50 tahun," katanya.

Dia mengatakan, jumlah keseluruhan mencapai 19 laki-laki dan enam wanita serta turut dikeluarkan denda kepada lima warga Malaysia yang membantu penyelidikan.

"Turut disita dua kendaraan jenis Proton Wira yang digunakan rangkaian sindikat untuk urusan mengantar dokumen.

Sejumlah naskah paspor, stempel Imigrasi, stiker visa pelbagai negara turut ditemui yang disembunyikan di bawah tempat duduk," katanya.

Kemudian turut disita empat unit peralatan komputer dan satu unit mesin pencetak.

"Operasi di beberapa buah kedai dan tempat perniagaan telah menemukan puluhan paspor pelbagai negara, Pasport Malaysia Antarabangsa (PMA), stiker Pas Lawatan Kerja Sementara (PLKS) Malaysia, stiker Visa Malaysia, stiker visa pelbagai negara termasuk negara Eropa, SIM Singapura, Ijazah Pendidikan Banglades dan pelbagai dokumen perusahaan yang telah dipalsukan," katanya.

Ratusan gambar paspor dan gambar ukuran paspor ditemui di dalam peralatan komputer dan dipercayai dikirim melalui e-mail oleh rangkaian sindikat di luar negara dan dijalankan oleh agen-agen pekerja asing tempatan.

Sindikat ini juga akan menyediakan calon dan menguruskan kedatangan pekerja asing ke Malaysia dengan bayaran RM 5.000 hingga RM 7000 bagi setiap pekerja.





 
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar