Bimtek Pantarlih Kuala Lumpur

id Pantarlih,PPLN,Pemilu 2019

Bimtek Pantarlih (Foto KBRI Kuala Lumpur / Fandhyta Indra) (1)

"Kami berharap pemilih WNI nanti menggunakan hak pilihnya karena itu Pantarlih penting untuk melakukan pencocokan dan penelitian (coklit)," ujar Atase Politik KBRI Kuala Lumpur tersebut.
Kuala Lumpur, (AntaraKL) - Sebanyak 171 orang anggota Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) Luar Negeri Pemilu 2019 Kuala Lumpur menjalani Bimbingan dan Pelatihan (Bimtek) di KBRI Kuala Lumpur, Minggu.

Bimtek diisi dengan pembekalan materi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang dilakukan oleh Ketua Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur Agung Cahaya Sumirat bersama lima orang anggota PPLN.

Pembekalan tersebut menandai dimulainya pencocokan dan penelitian pemilih untuk mendapatkan Daftar Pemilih Sementara (DPS) selanjutnya menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT) di wilayah Kuala Lumpur menghadapi Pemilu 2019.

Pantarlih terdiri dari mahasiswa, lokal staf KBRI Kuala Lumpur dan TKI tersebut mendapat tugas di wilayah kerja PPLN Kuala Lumpur yakni Wilayah Persekutuan Kuala Lumpur, Wilayah Persekutuan Putrajaya, Perak, Trengganu dan Kelantan.

"Kami berharap pemilih WNI nanti menggunakan hak pilihnya karena itu Pantarlih penting untuk melakukan pencocokan dan penelitian (coklit)," ujar Atase Politik KBRI Kuala Lumpur tersebut.

Agung menegaskan Pemilu merupakan amanat konstitusi dan untuk pertama kalinya Pemilu kali ini dilakukan serentak antara Pemilu Presiden dan Pemilu Legislatif yang berbeda dengan tahun sebelumnya.

"Pantarlih perlu menjadi `superman` atau `bandung bondowoso` karena menyatukan energi dua kali Pemilu hanya menjadi satu kali," katanya.

Pantarlih Kuala Lumpur akan melakukan pemuthakiran data pemilih sebanyak 370.000 data pemilih WNI dengan melakukan pencocokan dan penellitian.
Bimtek juga dihadiri dua perwakilan provider yakni Khairul Hamzah (Maxis) dan Hartono (Digi) yang mengenalkan program-program sinergi mereka dengan Pantarlih untuk menyukseskan kegiatan coklit.
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar