Menlu Iran peringatkan Trump soal opsi militer, dorong diplomasi

id Iran,Abbas Araghchi,Menteri Luar negeri,Amerika serikat,Presiden Donald trump

Menlu Iran peringatkan Trump soal opsi militer, dorong diplomasi

Photo file: Orang-orang berkumpul di Lapangan Enghelab setelah seruan pemerintah untuk berunjuk rasa menentang protes baru-baru ini di seluruh negeri, meneriakkan slogan anti-AS dan anti-Israel, di Teheran, Iran, pada 12 Januari 2026. ANTARA/Fatemeh Bahrami/Anadolu/pri.

Istanbul (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Iran memperingatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar tidak mengulangi “kesalahan” konfrontasi militer sebelumnya, seraya menegaskan Teheran tetap siap menempuh diplomasi.

“Pesan saya, jangan ulangi kesalahan yang Anda buat pada Juni,” kata Abbas Araghchi kepada Fox News, Rabu, merujuk serangan AS ke tiga fasilitas nuklir Iran dalam perang Iran-Israel selama 12 hari.

“Fasilitas bisa dihancurkan, tetapi teknologi tidak bisa dibom. Tekad juga tidak bisa dibom,” ujarnya menanggapi ketegangan terbaru dan sikap Washington terhadap Teheran.

Araghchi mengatakan Iran tidak memiliki pengalaman positif dengan Amerika Serikat, namun jalur perundingan tetap lebih disukai. “Iran telah membuktikan siap bernegosiasi, siap berdiplomasi,” katanya.

Ia menuding Washington berulang kali meninggalkan diplomasi selama dua dekade terakhir. “Antara perang dan diplomasi, diplomasi lebih baik, meski pengalaman kami dengan AS tidak positif,” katanya.

Terkait kerusuhan terbaru di Iran, Araghchi mengklaim pemerintah menerapkan “penahanan diri maksimal”, namun menegaskan bahwa aksi protes itu telah dibajak oleh pelaku kekerasan.

Ditanya soal jumlah pengunjuk rasa yang tewas, ia menyebut pelaku kekerasan bukan demonstran sejati, melainkan “sel teror” yang didorong oleh “rencana Israel”.

“Elemen teroris dari luar memasuki protes dan menembaki polisi serta aparat keamanan,” katanya, seraya menyebut terjadi pertempuran selama tiga hari melawan teroris.

“Itu persis rencana Israel untuk menyeret Presiden AS ke konflik,” katanya.

Dia pun menuduh peningkatan korban dilakukan dengan membunuh warga sipil dan aparat.

“Kini situasi tenang. Kami sepenuhnya mengendalikan keadaan,” katanya, seraya menambahkan eskalasi ketegangan akan “berdampak bencana bagi semua pihak”.

Pejabat AS meningkatkan retorika terhadap Iran di tengah protes yang meluas sejak akhir Desember akibat memburuknya kondisi ekonomi.

Pada Selasa, Trump mengatakan kepada CBS News bahwa Washington akan mengambil “tindakan yang sangat kuat” jika Iran melakukan eksekusi terhadap pengunjuk rasa.

Pejabat Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel mendukung “kerusuhan” dan “terorisme” terkait protes tersebut, tuduhan yang dibantah kedua negara.

Otoritas belum merilis angka resmi korban atau tahanan. Human Rights Activists News Agency (HRANA) memperkirakan sedikitnya 2.500 orang tewas, termasuk demonstran dan aparat, dengan lebih dari 1.100 luka-luka.

Kelompok itu juga menyebut lebih dari 18.000 orang ditahan, meski angka tersebut belum diverifikasi secara independen dan berbeda dari perkiraan lain.

Sumber: Anadolu


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Menlu Iran peringatkan Trump soal opsi militer, dorong diplomasi

Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.