Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

Raja Malaysia kecewa dengan korupsi di institusi militer

Senin, 19 Januari 2026 12:27 WIB
Image Print
Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Ibrahim ibni Sultan Iskandar di Parlimen Malaysia, Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (19/1/2026). (ANTARA/HO-Youtube Parlimen Malaysia)

Kuala Lumpur (ANTARA) - Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Ibrahim ibni Sultan Iskandar menyatakan sangat kecewa dengan adanya kasus korupsi di institusi tentara Malaysia (Angkatan Tentera Malaysia/ATM).

Sultan menyampaikan hal tersebut dalam titahnya yang disampaikan pada upacara pembukaan Sidang Pertama Masa Jabatan Kelima Parlemen Malaysia yang ke-15 di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin, menyusul kabar adanya praktik suap/korupsi yang melibatkan petinggi militer Malaysia.

"Saya amat kecewa apabila berlakunya kasus rasuah dalam Angkatan Tentera Malaysia sampai peringkat tertinggi. Sepertinya setelah ini saya terpaksa melantik seorang sersan saja untuk menjadi PAT (panglima tentara)," ujar Sultan Ibrahim.

Sultan Ibrahim meyakini kasus korupsi di Angkatan Tentera Malaysia hanya sekelumit kasus yang terkuak. Dia meyakini kasus serupa juga terjadi di instansi lain.

"Saya yakin ada banyak lagi di luar sana. Di Departemen Bea dan Cukai, imigrasi, kepolisian dan sebagainya, termasuk yang ada di dalam dewan perwakilan rakyat, harus terus diburu sampai ketemu," tegasnya.

Dia mengingatkan segala upaya dan rancangan pembangunan tidak akan sempurna jika praktik korupsi masih terjadi. Oleh karena itu, dia menekankan praktik rasuah harus diperangi secara besar-besaran.

Dia juga meminta rakyat menjadi mata-mata dan melaporkan segala bentuk tindak korupsi.

"Bukan saja penerima yang patut ditangkap, tetapi juga pemberi dan agen yang berkaitan harus juga ditindak," tegas Sultan Ibrahim.

Dia meminta Komisi Anti-Korupsi Malaysia (MACC/SPRM) menjalankan penyelidikan kasus-kasus korupsi dengan cepat, tegas dan baik.

Di sisi lain, Sultan Ibrahim meminta pemerintah Malaysia, di bawah kepemimpinan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim, memastikan keberadaan hakim-hakim berpengalaman dalam penanganan kasus rasuah, agar kasus-kasus korupsi bisa cepat ditangani.

Pada kesempatan itu Sultan Ibrahim juga menegaskan bahwa koruptor dan pelindung koruptor merupakan pengkhianat negara. Dia mengingatkan seluruh pejabat publik dan anggota parlemen untuk menjalankan amanah yang telah diberikan rakyat dengan baik.



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026