Kuala Lumpur (ANTARA) - Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Malaysia Raden Mohammad Iman Hascarya Kusumo telah menyerahkan Surat Kepercayaan (Kredensial) kepada Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong Sultan Ibrahim ibni Sultan Iskandar.
Kementerian Luar Negeri Malaysia dalam pernyataan di Kuala Lumpur, Malaysia, menyampaikan Sultan Ibrahim, pada Selasa, telah berkenan menerima Surat Kepercayaan dari dua belas (12) orang Kepala Perwakilan Asing untuk Malaysia.
Penyerahan surat itu dilaksanakan dalam sebuah Upacara Penyerahan Surat Kepercayaan yang berlangsung pada 20 Januari 2026 di Istana Negara, Malaysia.
Para Kepala Perwakilan Asing tersebut terdiri atas sepuluh (10) orang Kepala Perwakilan Asing yang berkedudukan di Malaysia, yakni:
1. Duta Besar Hungaria Sandor Sipos.
2. Komisaris Tinggi Republik Rakyat Bangladesh Manjurul Karim Khan Chowdhury.
3. Duta Besar Republik Senegal Abdoul Aziz Loum.
4. Duta Besar Palestina Jehad Fouad. Mabrouk Alqedra.
5. Duta Besar Republik Slowakia Peter Spišiak.
6. Duta Besar Lebanon Maher Kheir.
7. Duta Besar Uruguay Diego Pelufo Acosta y Lara.
8. Duta Besar Arab Saudi Osamah bin Dakhel R. Al-Ahmadi.
9. Duta Besar LBBP RI Raden Mohammad Iman Hascarya Kusumo.
10. Duta Besar Prancis Marc Abensour.
Selain itu, turut hadir dua (2) orang Kepala Perwakilan Asing yang tidak berkedudukan di Malaysia, yaitu:
1. Duta Besar Republik Djibouti (berkedudukan di Tokyo, Jepang) Ibrahim Bileh Doualeh.
2. Duta Besar Portugal (berkedudukan di Bangkok, Thailand) Luis Manuel de Magalhães de Albuquerque Veloso.

Upacara tersebut turut dihadiri oleh Menteri Luar Negeri Malaysia Dato’ Seri Utama Haji Mohamad bin Haji Hasan, bersama Sekretaris Jenderal Luar Negeri Malaysia Dato’ Sri Amran bin Mohamed Zin.
Kemlu Malaysia menyatakan upacara tersebut melambangkan hubungan persahabatan yang erat serta mencerminkan komitmen berkelanjutan Malaysia untuk memperkuat hubungan bilateral dan kerja sama multilateral dengan negara-negara sahabat, berlandaskan prinsip saling menghormati, kepentingan bersama, serta upaya memajukan perdamaian, keamanan, dan kemakmuran di tingkat regional dan global.
