Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

Ancaman tarif Trump, hubungan perdagangan Malaysia-Iran tetap kekal

Selasa, 20 Januari 2026 15:35 WIB
Image Print
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim melakukan percakapan dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, melalui sambungan telepon dari Malaysia, Selasa (24/6/2025). (ANTARA/HO-Telegram Anwar Ibrahim)

Kuala Lumpur (ANTARA) - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan hubungan perdagangan Malaysia dengan Iran sampai saat ini masih kekal atau berlanjut, di tengah ancaman pemberlakuan tarif impor 25 persen oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

"Terkait perdagangan dengan Iran, saat ini hubungan kita (Malaysia) dengan Iran masih kekal. Saya telah melakukan dua kontak dengan Iran. Ada juga Menteri yang telah dikirim ke Iran," kata Anwar dalam sesi tanya-jawab di Parlimen Malaysia, Kuala Lumpur, Selasa.

Dalam hal ini Anwar menyiratkan akan mengedepankan kepentingan rakyat Malaysia, dalam artian pemerintahannya akan menggunakan kebijaksanaan dalam setiap hubungan internasional.

"Jangan sampai terlihat terlalu lemah, tetapi juga jangan mengambil tindakan yang merugikan kepentingan negara," kata Anwar.

Menurut Anwar, sejauh menyangkut hubungan dengan Iran, Malaysia akan tetap mempertahankannya dan membela hak serta kedaulatan Iran.

"Itu juga prinsip yang kami junjung tinggi," jelasnya.

Sejauh ini Presiden AS Donald Trump mengancam akan memberlakukan tarif impor 25 persen terhadap produk-produk dari negara yang masih menjalankan hubungan perdangan dengan Iran, serta kepada negara-negara Eropa yang tidak mendukung akuisisi AS terhadap Greenland.



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026