
Malaysia kecam tindakan provokatif menteri Israel masuki Al Aqsa
Kuala Lumpur (ANTARA) - Malaysia dengan tegas mengecam tindakan provokatif seorang menteri dari Israel yang memasuki kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem Timur pada 7 April 2026.
Malaysia menegaskan tindakan tersebut, yang dilakukan ketika kompleks itu ditutup bagi para jamaah Muslim, merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional, resolusi PBB, serta kesucian situs suci ketiga umat Islam.
Kementerian Luar Negeri Malaysia (Wisma Putra) menyatakan tindakan itu merusak perdamaian dan stabilitas kawasan, serta menginjak-injak hak beragama umat Islam di seluruh dunia.
Malaysia menegaskan bahwa perlindungan dan penghormatan terhadap Al Aqsa serta situs-situs suci lainnya di Yerusalem merupakan kewajiban yang tidak dapat ditawar di bawah hukum internasional.
Malaysia menyerukan kepada komunitas internasional untuk mengecam keras tindakan Israel dan menuntut agar segera menghentikan semua tindakan agresif, menghormati kesucian tempat-tempat suci, serta sepenuhnya mematuhi hukum humaniter internasional.
Kemlu Malaysia menyerukan bahwa langkah-langkah konkret harus diambil untuk mencegah pelanggaran lebih lanjut dan memastikan bahwa situs-situs suci di Yerusalem tetap aman, terlindungi, dan dapat diakses oleh semua umat beragama.
"Malaysia menegaskan kembali solidaritas teguhnya terhadap rakyat Palestina serta komitmennya dalam melindungi warisan agama, budaya, dan nasional mereka," demikian keterangan Wisma Putra.
Malaysia juga menegaskan kembali dukungan yang tak tergoyahkan terhadap pembentukan Negara Palestina yang merdeka dan berdaulat berdasarkan perbatasan sebelum tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
Sebelumnya Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir dilaporkan masuk ke kompleks Masjid Al Aqsa.
Tindakan itu dianggap provokatif dan menuai kecaman dari negara-negara Arab.
Pewarta : Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor:
Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026