Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

Presiden Iran pastikan Lebanon masuk dalam syarat gencatan senjata

Kamis, 9 April 2026 10:22 WIB
Image Print
Arsip foto - Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyampaikan pidato dalam 'Dewan untuk Pengembangan Budaya Al-Quran' di Teheran, Iran, pada 24 Februari 2026. ANTARA/Iranian Presidency/Anadolu/pri.

Istanbul (ANTARA) - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa Israel mengakhiri serangan terhadap Lebanon menjadi salah satu syarat yang diajukan Teheran dalam kesepakatan gencatan senjata dengan AS.

Menurut media Iran, hal tersebut disampaikan Pezeshkian kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron lewat sambungan telepon pada Rabu.

Ia mengatakan penghentian serangan Israel di Lebanon termasuk di antara 10 syarat yang dilampirkan pada perjanjian dengan Washington.

Pezeshkian juga menekankan bahwa Prancis memiliki peran penting sebagai salah satu penjamin gencatan senjata sebelumnya di Lebanon.

Presiden Iran mengatakan Teheran telah bertindak secara bertanggung jawab dengan menerima usulan gencatan senjata dan telah menunjukkan kesediaannya untuk mencapai perdamaian dan stabilitas di kawasan tersebut.

Kedua pemimpin berbicara melalui telepon sehari setelah Amerika Serikat dan Iran mengumumkan gencatan senjata yang bertujuan untuk membuka jalan bagi kesepakatan akhir untuk mengakhiri perang yang dilancarkan oleh Washington dan Tel Aviv terhadap Teheran pada 28 Februari.

Meskipun ada perjanjian gencatan senjata selama dua minggu, tentara Israel tetap melancarkan gelombang serangan udara yang luas di seluruh Lebanon pada Rabu, menewaskan sedikitnya 254 orang dan melukai 1.165 lainnya, menurut Pertahanan Sipil Lebanon.

Sementara pejabat Iran dan Pakistan mengatakan perjanjian itu juga mencakup Lebanon, Israel bersikeras bahwa Lebanon bukan bagian dari gencatan senjata tersebut.

Sumber: Anadolu


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Pezeshkian pastikan Lebanon masuk dalam syarat gencatan senjata



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026