Malam Kebudayaan Indonesia digelar di MSU Malaysia

id Malam Kebudayaan Indonesia

Kuala Lumpur, (ANTARA News) - Festival Malam Kebudayaan Indonesia 2018 yang diselenggarakan Atdikbud dan Pensosbud KBRI Kuala Lumpur berlangsung di kampus Management and Science University (MSU) Shah Alam, Malaysia, Jumat malam.

Festival yang menampilkan sejumlah penampilan tari dari Sekolah Indonesia Kuala Lumpur, Institut Seni Indonesia, Persatuan Pelajar Indonesia Malaysia (PPIM) dan warga Malaysia peserta workshop budaya dihadiri Dubes RI di Kuala Lumpur, Rusdi Kirana dan jajarannya serta pimpinan MSU.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur, Prof Dr Ari Purbayanto dalam sambutannya mengatakan Festival Malam Kebudayaan Indonesia 2018 merupakan kegiatan puncak dari Rumah Budaya yang diselenggarakan setiap tahun.

"Sekarang merupakan tahun ke tiga diselenggarakan. Acara ini diselenggarakan oleh KBRI Kuala Lumpur, Sekolah Indonesia Kuala Lumpur dan didukung oleh Presiden MSU Tan Sri Daktuk Wira Dr Muhammad Syukri Abdul Yazid," katanya.

Ari mengatakan acara tersebut merupakan kolaborasi yang baik dan menunjukkan kolaborasi negara serumpun Indonesia dan Malaysia dalam bingkai budaya nusantara.

"Dengan diplomasi budaya harapannya hubungan kedua negara serumpun semakin kokoh dan dapat terus berjalan sepanjang masa," katanya.

Dia mengatakan program Rumah Budaya Indonesia telah mendapatkan dukungan dari pemerintah Indonesia sejak 2016 yang diharapkan bisa terus berkembang dalam rangka mempererat hubungan kedua bangsa dan negara.

Dubes Rusdi Kirana dalam sambutannya mengatakan sebagaimana dikatakan pimpinan MSU yang terpenting adalah bagaimana hubungan kedua negara ini tetap baik seperti ratusan tahun lalu dan ke depan.

"Saya suka ditanya teman-teman baik di Indonesia maupun di Malaysia karena saya sudah mempunyai usaha di Malaysia mulai 1980. Kalau ada sepak bola Indonesia dan Malaysia potensi ributnya ada kenapa ?," katanya.

Dubes kemudian menjelaskan karena kedua negara merupakan tetangga yang dekat.

"Saya bilang kita ndak pernah main sepak bola ribut dengan Argentina karena lokasinya amat jauh. Jadi kalau sama tetangga wajar ada sedikit konflik seperti kita dengan istri. Bolak balik ketemu tetapi ada ribut juga. Nggak mungkin ribut sama istri orang lain," katanya.
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar