Banyak WNI berobat jantung di IJN Kuala Lumpur

id jantung,IJN

Peluncuran IJN-PNB Imaging Center (1)

"Yang ingin kami tegaskan ialah bahwa kalau pasien dari Penang dan Malaka tidak bisa ditangani di sana, mereka akan dipindah ke IJN, sehingga lebih bagus langsung ke IJN jika ingin berobat," katanya.
Kualalumpur, (ANTARA News) - Banyak warga Indonesia menjalani pengobatan penyakit jantung di rumah sakit Institut Jantung Negara (IJN) di Kualalumpur, kata pejabat lembaga itu pada Kamis.

"IJN sudah terkenal di Indonesia. Rata-rata, 100 hingga 150 pasien per bulan dari Indonesia ke IJN untuk berobat," kata kepala Wisata Kesehatan dan Pemasaran Kawasan IJN, Akim Affandi Ahmad, ketika dihubungi di Kualalumpur.

Menurut Akim, pasien terbanyak berasal dari pulau Jawa dan Sulawesi, sedangkan pasien dari pulau Sumatera kebanyakan berobat di Malaka.

"Yang ingin kami tegaskan ialah bahwa kalau pasien dari Penang dan Malaka tidak bisa ditangani di sana, mereka akan dipindah ke IJN, sehingga lebih bagus langsung ke IJN jika ingin berobat," katanya.

Akim mengatakan bahwa IJN mempunyai 150 dokter spesialis dari spesialis jantung hingga anak-anak sampai dewasa, sehingga terkait dengan penanganan penyakit jantung, semua dokter IJN bisa menangani mulai dari penyakit sederhana hingga yang rumit.

"Di IJN lebih murah 20 hingga 30 persen jika dibandingkan dengan rumah sakit di Kualalumpur tetapi yang di Malaka dan Penang lebih murah sedikit karena biaya hidupnya lebih rendah sehingga banyak pasien ke sana," katanya.

Tetapi, kata dia, murah tidak menjamin pengobatannya bagus karena jantung adalah organ paling utama sehingga tidak apa membayar lebih mahal sedikit, yang penting pengobatan dan dokternya bagus.

Tentang harga, ia mengatakan, untuk pasang "ring" RM 30 ribu atau lebih kurang Rp95 juta rupiah sudah termasuk dokter, ruangan dan pengobatannya.

Ia mengatakan bahwa di Malaysia, pengobatan sudah dimasukkan dalam paket.

"Pasang `ring` lebih kurang Rp90 juta, `by pass` jantung lebih kurang lebih Rp120 juta. IJN adalah rumah sakit rujukan. Jika rumah sakit lain di Malaysia tidak bisa menangani, maka dirujuk ke IJN," katanya.

Dia mengatakan IJN menjadi terkenal karena mempunyai dokter handal dan "survival"-nya lebih tinggi karena IJN rumah sakit pertama menangani secara "online" pasien sehingga bisa cek prosedur, pasien "survival" dan lain-lain.

"Kami juga masih bekerjasama dengan bank Mandiri sehingga ada diskon 20 persen paket skrining di IJN. Kami juga ada perwakilan di Jakarta. Tidak perlu isi formulir. Kalau pasien sudah konfirmasi di IJN bisa langsung transfer ke IJN sehingga tidak perlu bawa uang tunai," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar