Sekjen PBNU kunjungi Kuala lumpur

id Sekjen PBNU,Helmy Faishal Zaini

Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) A Helmy Faishal Zaini melakukan kunjungan ke Kuala Lumpur, Malaysia, bersama keluarga mulai Minggu (23/12) hingga Selasa (25/12). (Foto ANTARA / Agus Setiawan)

Kuala Lumpur, (ANTARA News) - Sekjen Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) A Helmy Faishal Zaini melakukan kunjungan ke Kuala Lumpur, Malaysia, bersama keluarga mulai Minggu (23/12) hingga Selasa (25/12).

Alumni Universitas Darul Ulum Jombang ini mengunjungi Pondok Rumi Sufi atau Raudhoh Sufiyyah Sunniyah Salafiyyah di Sungai Buloh Selangor bertemu dengan pimpinan pesantren, Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Malaysia dan para santri.

Hadir pada pertemuan taaruf (perkenalan) yang pertama kali tersebut pimpinan pesantren Ustadz Faiz Hafizuddin, Ketua PCINU Malaysia Ustadz Ihyaul Lazib, Pengurus GP Ansor Malaysia dan lainnya.

Pada kesempatan tersebut pimpinan PCINU menyampaikan perkembangan organisasi sedangkan Sekjen PBNU menyampaikan perkembangan organisasi, perkembangan Keislaman dan Kebangsaan dilanjutkan tanya jawab dengan para peserta.

A Helmy Faishal Zaini mengatakan NU sudah mengalami banyak perubahan dan berusaha dijadikan organisasi yang unggul.

Berdasarkan riset Lembaga Survei Indonesia (LSI) jumlah anggota NU saat ini mencapai 91,2 juta orang sehingga menjadi satu-satu-nya civil society atau perhimpunan masyarakat terbesar tidak hanya di Indonesia tetapi juga di dunia.

"Penduduk Malaysia setahu saya 23 juta sedangkan jumlah wisatawannya 25 juta orang. 91,2 juta itu yang berafiliasi dengan NU. Kalau yang bermadzab ahlu sunnah wal jamaah, jumlah penduduk Indonesia 260 juta, jumlah penduduk Indonesia terbesar ke empat setelah Tiongkok, India dan Amerika Serikat," katanya.

Survei Alfara Institute yang mensurvei tentang tahlilan berdasarkan potret keberagamaan di Indonesia, ujar dia, 90 persen dari 260 juta adalah umat Islam sedangkan 210 juta dari 90 persen adalah yang amaliahnya melaksanakan ahlu sunnah wal jamaah.

"Artinya mereka memperingati Maulud Nabi, ziarah kubur ke para alim ulama, mereka juga membaca maulud diba, mereka kalau juga subuh membaca qunut dan satu-satunya amaliah yang kurang populer adalah sholat teraweh 23 rakaat karena banyak yang mengerjakan delapan plus tiga," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Helmy menyampaikan bahwa saat ini pengguna gadget sudah meningkat dari 123 juta orang menjadi 143 juta pengguna sehingga 53 persen penduduk Indonesia sudah menggunakan gadget karena itu dalam penggalangan infaq dan shodaqoh tidak "door to door" lagi.

"Saya sampaikan ke Lazisnu, sekarang harus menggunakan sosial media. Sekarang dengan menggunakan sosmed saat membuka posko kemanusiaan Posko Gempa Lombok dalam seminggu bisa terkumpul Rp5 miliar, Palu juga demikian," katanya.

Karena itu, dia meminta PCINU Malaysia memanfaatkan sosial media dengan melakukan dakwah virtual.

Helmy juga meminta agar para ulama menyebarkan Islam secara sejuk karena dakwah Islam itu memberikan kenyamanan dan ketenangan dengan yang lain.
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar