
TNGR evakuasi pendaki asal Malaysia yang cedera di Gunung Rinjani

Lombok Timur (ANTARA) - Petugas gabungan dari Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) bergerak cepat melakukan evakuasi terhadap pendaki asal Malaysia yang dilaporkan mengalami cedera saat melakukan pendakian di Gunung Rinjani Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai TNGR Astekita Ardi di Lombok Timur, Senin mengatakan bahwa pihaknya langsung bergerak cepat begitu menerima laporan darurat pada pukul 15.00 WITA atas insiden yang dialami korban Chye Connsynn (41).
"TNGR telah berkoordinasi secara paralel dengan tim evakuasi Edelweis Medical Health Centre (EMHC) dan tim medis Nusa Medica," katanya.
Ia mengatakan pihaknya telah mendapatkan notifikasi resmi untuk pelaksanaan evakuasi udara menggunakan helikopter.
"Petugas lapangan di Pelawangan pun langsung sigap memverifikasi data dan menetapkan titik koordinat penjemputan," katanya.
Ia mengatakan korban merupakan pemegang polis asuransi premium yang dibeli saat registrasi pendakian, opsi evakuasi medis udara (medical evacuation) menggunakan helikopter langsung diambil demi meminimalkan guncangan fisik pada tubuh korban.
"Evakuasi dilakukan menggunakan helikopter," katanya.
Sementara itu, Dokter Klinik Nusa Medica dr Lia Puspita mengatakan helikopter medis diterbangkan langsung dari Bali pada pukul 16.18 WITA dengan estimasi waktu tempuh 40 menit.
"Kami langsung merespons cepat untuk medical evacuation," katanya.
Berdasarkan hasil tracking, pasien memiliki asuransi premium yang dibeli saat registrasi pendakian, sehingga otomatis bisa dievakuasi menggunakan helikopter. Namun, faktor cuaca ekstrem di Rinjani menggagalkan skenario penyelamatan cepat tersebut, meskipun helikopter berhasil tiba di titik koordinat Pelawangan Sembalun.
"Selama kurang lebih 20 menit, helikopter berputar-putar di udara, mencoba mencari celah di balik kabut putih yang menyelimuti tebing-tebing curam. Pilot mengambil keputusan krusial untuk memutar balik helikopter menuju Denpasar, Bali," katanya.
Selain karena pandangan yang memburuk akibat kabut dan situasi menjelang matahari terbenam (sunset, indikator bahan bakar yang kian menipis memaksa tim udara menghentikan operasi.
Setelah melakukan asesmen dan melaporkan kondisi korban kepada tim dokter penanggung jawab di Malaysia, tim medis menyarankan pasien untuk bermalam terlebih dahulu di Pelawangan Sembalun karena risiko evakuasi darat yang terlalu tinggi.
Guna mengantisipasi situasi darurat dan memberikan perawatan medis awal (first aid) di lokasi, tim gabungan yang terdiri dari EMHC dan Basarnas telah bergerak naik dari Resort Sembalun sejak pukul 18.00 WITA menuju tenda korban di Pelawangan 2.
"Misi evakuasi udara dijadwalkan ulang secara total pada Selasa pagi (26/5/2026) sekitar pukul 07.00 WITA dengan menerbangkan kembali helikopter dari Bali. Sementara itu, tim klinik Nusa Medica telah bersiaga penuh di pos bawah guna menyambut korban," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: TNGR evakuasi pendaki asal Malaysia yang cedera di Gunung Rinjani
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor:
Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
