Anwar Ibrahim jadi saksi pelantikan KAHMI Malaysia

id Anwar Ibrahim,KAHMI,Malaysia,HMI

Anwar Ibrahim jadi saksi pelantikan KAHMI Malaysia

Anwar Ibrahim bersama Bendahara Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Dr. Ir. Achmad Nasir Biasane, M.Si. (kanan) dan Profesor Filsafat Emeritus Universitas Malaya Osman Bakar (kiri). ANTARA/Agus Setiawan

"Tidak menjadikan demokrasi sebagai sesuatu yang memukau dan kita hanya melestarikan politik demokrasi itu tidak lebih dari percaturan golongan elite kaya dan berkuasa, sedangkan kemiskinan dan kesenjangan melebar terus," katanya.
Kuala Lumpur (ANTARA) - Ketua International Institute of Islamic Thought (IIIT) yang juga Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim menjadi saksi pelantikan pengurus Majelis Perwakilan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Malaysia periode 2019—2024 di Gedung ISTAC Universitas Islam Antarbangsa Malaysia, Kuala Lumpur, Sabtu.

Pelantikan kepemimpinan baru KAHMI Malaysia yang dipimpin oleh mahasiswa doktoral ISTAC dr. Mudzamil Muchamad Fickry Suadu, M.Si. dan jajarannya dilakukan oleh Bendahara Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Dr. Ir. Achmad Nasir Biasane, M.Si.

Fickry terpilih menggantikan ketua lama mantan Direktur Islamic Development Bank (IDB) Asia Tenggara Drs. Kunrat Wirasubrata, M.B.A. yang kembali ke Jakarta.

Selain Anwar Ibrahim bertindak sebagai saksi pada pelantikan tersebut adalah Profesor Filsafat Emeritus Universitas Malaya Osman Bakar dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Kuala Lumpur Mokhammad Farid Makruf, Ph.D.

Dalam sambutannya, anggota parlemen Malaysia dari Dapil Port Dickson ini menyatakan dirinya memperoleh manfaat dari HMI.

"Saya memperoleh manfaat dari HMI karena mengikuti ideologi politik dan strategi (ideopolitor) di Pekalongan dan generasi saya itu lebih istimewa karena abang-abang saya ialah Nurcholish Madjid, Fahmi Idris, Mar'ie Muhammad, dan Ekky Syachruddin, jadi hebat-hebat semua," katanya saat memberikan sambutan.

Menurut Anwar Ibrahim peranan mahasiswa dan generasi muda adalah menjaga idealisme, terus melatih supaya ada creative thinking, chritical thinking, dan kreativitas.

"Tidak menjadikan demokrasi sebagai sesuatu yang memukau dan kita hanya melestarikan politik demokrasi itu tidak lebih dari percaturan golongan elite kaya dan berkuasa, sedangkan kemiskinan dan kesenjangan melebar terus," katanya.

Pada kesempatan tersebut, Anwar Ibrahim juga mengulas perkembangan demokrasi, keislaman, dan perkembangan perekonomian di Malaysia dan Indonesia.

Kegiatan pelantikan dan diskusi yang dihadiri ormas dan partai politik Indonesia di Malaysia, organisasi ekstrakampus Indonesia di Malaysia, anggota Persatuan Pelajar Indonesia di Malaysia, dan publik dari Malaysia tersebut berlangsung dua sesi.

Pada sesi pertama yang dimulai pagi hari menampilkan dosen FISIP UI Dr. Mohamad Nasih, anggota DPR RI Dr. Saiful Bahri Ruray, dan dosen Universiti Malaya Prof. Datuk Dr. Awang Sariyan dengan moderator Presiden ISTACC Tengku Ahmad Ridhaurin.
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar