Empat pekerja migran Indonesia di Negeri Sembilan melarikan diri

id Malaysia,PMI,corona

Empat pekerja migran Indonesia di Negeri Sembilan melarikan diri

Sejumlah Angkatan Tentara Malaysia (ATM) bersiaga di kawasan Pudu, Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (17/5/2020). Kawasan Pudu yang memiliki banyak penjual dan pekerja warga asing termasuk WNI menjadi klaster baru COVID-19 yang ditandai dengan adanya penularan dari warga setempat. ANTARA Foto/Rafiuddin Abdul Rahman/aww.

KUALA LUMPUR (ANTARA) - Sebanyak empat orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja pada sebuah perusahaan lokal di Lukut Port Dickson, Negeri Sembilan, melarikan diri saat menjalani pemeriksaan COVID-19.

"Pada 13 Mei 2020 jam 10.30  sebuah perusahaan lokal telah melakukan pemeriksaan COVID-19 terhadap 26 pekerja dan staf yang tinggal di alamat rumah kongsi Sepang, Selangor. Perusahaan ini adalah kontraktor pembangunan jalan," ujar petugas Polisi Sektor Sepang, Wan Kamarul Azran, Rabu.

Dia mengatakan pada Senin 18 Mei 2020 jam 01.30  dokter telah menginformasikan melalui telefon bahwa seorang pekerja warga negara Indonesia dinyatakan positif COVID-19.

"Pekerja ini kemudian dibawa ke Hospital Sungai Buloh. Pada masa yg sama pihak perusahaan mendapati terdapat empat orang pekerja Indonesia telah melarikan diri," katanya.

Pada 19 Mei Pusat Kesehatan Sungai Pelek mengarahkan perusahaan ini untuk membawa pekerja-pekerja yang tinggal di rumah kongsi (rumah pekerja di lokasi proyek) menjalani pemeriksaan  COVID-19 sekali lagi pada pada jam 10.30  di Pusat Kesehatan Sungai Pelek.

Hasil pemeriksaan  ini mendapati sebanyak dua orang warga Bangladesh positif COVID-19

Sejumlah nama yang melarikan diri adalah Juliana Sari (22), Paisal (26), Jasman (27) dan Afrizal (24).

"Pada 19 Mei jam 22.00  ambulans dari Pusat Kesehatan Sungai Pelek membawa dua pasien positif warga Bangladesh ke Hospital Sungai Buloh," katanya.

Dia memohon kepada publik untuk memberikan informasi serta kerja sama ke pihak polisi supaya ke empat pekerja migran ini dapat diselidiki dan dihantar ke hospital untuk perawatan.
 
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar