Parlemen Malaysia hadiri kampanye dukung Palestina

id Palestina,Parlemen Malaysia,Kementrian Luar Negeri Malaysia

Parlemen Malaysia hadiri kampanye dukung Palestina

Kampanye dukungan terhadap Palestina "Unite for Palestine" yang diselenggarakan oleh Kementrian Luar Negeri Malaysia (Wisma Putra) di gedung parlemen mulai dari 27 Juli 2020 hingga 6 Agustus 2020. ANTARA Foto/Ho-Chendrawasih (1)

Kuala Lumpur (ANTARA) - Sejumlah anggota parlemen Malaysia menghadiri kampanye dukungan terhadap Palestina "Unite for Palestine" yang diselenggarakan oleh Kementrian Luar Negeri Malaysia (Wisma Putra) di gedung parlemen mulai dari 27 Juli 2020 hingga 6 Agustus 2020.

Kampanye telah diresmikan oleh Menteri Luar Negeri Dato’ Seri Hishammuddin Tun Hussein, Senin, dengan disaksikan Wakil Menteri Luar Negeri Dato’ Kamarudin Jaffar, Duta Besar Palestina di Malaysia Walid Abu Ali dan pejabat-pejabat Kementerian Luar Negeri.

Diantara anggota-anggota parlemen yang turut hadir Dato’ Seri Mohamed Azmin Ali, Dato' Sri Ismail Sabri Yaakob, Dato’ Takiyuddin Hassan, Dato' Saifuddin Abdullah, Senator Dato’ Sri Tengku Zafrul Aziz, Datin Mastura Tan Sri Dato’ Mohd Yazid, Dato' Sri Hajah Nancy Shukri, Dato' Seri Anwar Ibrahim dan Dato' Seri Dr Wan Azizah Wan Ismail.

Kampanye "Unite for Palestine" ini bertujuan untuk memberikan pemaparan kepada anggota-anggota parlemen mengenai isu Palestina terutama peranan serta langkah-langkah yang telah diambil oleh pemerintah di tingkat internasional melalui PBB, OKI, Gerakan Non Blok (NAM) dan sebagainya bagi memperjuangkan isu Palestina serta menyatakan pendirian Malaysia yang menolak sekeras-kerasnya tindakan dan ancaman Israel untuk menganeksasi tanah-tanah Tepi Barat milik Palestina.

Wisma Putra menyatakan Malaysia senantiasa konsisten dengan pendiriannya untuk terus bersuara di platform internasional termasuk di PBB dan OKI dalam mempertahankan hak rakyat Palestina khususnya dalam menentang penempatan ilegal Israel di wilayah jajahan Palestina melalui resolusi 2334 Majelis Keamanan PBB yang diloloskan pada 2016.

Rencana Israel untuk menganeksasi tanah-tanah Palestina telah dikritik keras negara-negara anggota PBB termasuk OKI dan Gerakan Nom Blok sehingga kini Israel terus melanggar undang-undang internasional serta resolusi-resolusi Majelis Keamanan PBB, termasuk Resolusi 2334.

 
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar