Sekolah Indonesia KL larang siswa pengguna transportasi umum masuk sekolah

id Malaysia,SIKL,corona,covid-19

Sekolah Indonesia KL larang siswa pengguna transportasi umum masuk sekolah

Seorang siswa Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) menjalani vaksinasi influenza di sekolah setempat Jalan Tunku Ismail Kuala Lumpur, Kamis (24/9/2020). Pada program kerja sama dengan Rumah Sakit KPJ Tawakal tersebut masing-masing peserta dikenai biaya RM45 atau Rp161 ribu. (FOTO ANTARA/Agus Setiawan)

Kuala Lumpur (ANTARA) - Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) Malaysia melarang para siswanya yang menggunakan transportasi umum masuk sekolah mulai Selasa (29/9) 2020 sehubungan peningkatan penyebaran COVID-19 di wilayah Kuala Lumpur.

"Mulai besok (Selasa, 29/9) siswa yang menggunakan transportasi umum tidak dibenarkan datang ke sekolah dan mengikuti pembelajaran dari rumah, sampai ada pemberitahuan lebih lanjut," kata Kepala SIKL, Dr Encik Abdul Hajar MM di Kuala Lumpur, Senin.

Encik mengatakan pihaknya juga meniadakan kegiatan "outing" untuk semester ganjil kali ini.

"Diimbau kepada seluruh warga SIKL untuk menghindari tempat keramaian dan tetap mengamalkan kebiasaan memakai masker, sering cuci tangan dan menjaga jarak," katanya.

Baru-baru ini kasus COVID-19 terdeteksi di beberapa pusat perbelanjaan di sekitar Lembah Klang, Kuala Lumpur dan sekitarnya.

Dalam 10 hari terakhir terdeteksi beberapa kasus sedikitnya di lima pusat perbelanjaan, empat di Kuala Lumpur dan satu di Selangor.

Sebagian besar kasus tidak mempengaruhi seluruh mal, tetapi hanya di tempat tertentu.

Namun pihak mal telah mengambil tindakan tepat, seperti proses desinfeksi sebagai tindakan pencegahan.

Sejumlah mall tersebut adalah The Linc KL, Suria KLCC, NU Sentral, KL Gateway Mall dan Sunway Pyramid.
 
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar