Animo PMI asal Mataram lebih tinggi ke Malaysia

id asia ,PMI,mataram

Animo PMI asal Mataram lebih tinggi ke Malaysia

Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram Hariadi. (Foto: ANTARA/Nirkomala.dok)

Mataram (ANTARA) - Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menyebutkan, animo pekerja migran Indonesia (PMI) asal Kota Mataram, saat ini lebih tinggi ke Negara Malaysia dan Timur Tengah.

"Karena itu, meskipun 14 negara Asia pasific, seperti Hong Kong dan Taiwan, sudah membuka kesempatan menerima PMI, tapi belum ada yang mendaftar," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Mataram Hariadi di Mataram, Jumat.

Terkait dengan itu, informasinya masyarakat Mataram yang ingin menjadi PMI lebih baik menunggu kebijakan pembukaan PMI pemerintah dari Negara Malaysia dan Timur Tengah.

"Animo masyarakat Mataram menjadi PMI lebih sedikit jika dibandingkan kabupaten/kota lainnya di NTB. Pada tahun 2019, kami memberikan rekomendasi kepada sekitar 500 calon PMI dengan tujuan Malaysia dan untuk Tahun 2020 belum ada karena COVID-19," katanya.

Menurutnya, tingginya animo masyarakat ke Malaysia dan Timur Tengah bukan karena sumber daya manusia (SDM), akan tetapi mungkin adanya pertimbangan jangkauan wilayah terlalu jauh.

"Warga Lombok, khususnya lebih memilih ke Timur Tengah karena sekalian mereka bisa beribadah haji atau umrah, sedangkan ke Malaysia karena adanya kesamaan kultur," katanya.

Padahal, kalau melihat besaran gaji, kata Hariadi, gaji yang didapatkan menjadi PMI ke negara-negara Asia Pasifik jauh lebih besar.

Dikatakannya, terhadap penutupan penerimaan PMI ke Malaysia dan Timur Tengah sudah diinformasikan kepada para calon PMI yang datang dan hendak mengurus rekomendasi keberangkatan.

Pihaknya juga telah menyampaikan informasi itu ke Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI), agar mereka juga bisa memberikan informasi yang sama.

"Begitu juga terkait dengan beberapa negara Asia Pasifik yang saat ini sudah mulai buka atau menerima PMI sudah kami sampaikan juga. Tapi peminatnya belum ada," katanya.
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar