Konsul RI Tawau lepas 17 anak pekerja migran lanjutkan sekolah ke Kaltara
Rabu, 24 Juli 2024 6:26 WIB
Pelajar penerima beasiswa ADEM dari Kemdikburistek berfoto bersama jajaran Konsulat RI Tawau di Tawau, Sabah, Malaysia, Minggu (21/7/2024). (ANTARA/HO-Konsulat RI Tawau)
Kuala Lumpur (ANTARA) - Sebanyak 17 pelajar Indonesia yang merupakan anak-anak dari pekerja migran yang lulus dari Community Learning Center (CLC) atau Tempat Kegiatan Belajar (TKB) di Sabah melanjutkan pendidikan ke Kalimantan Utara (Kaltara), kata Konsul Republik Indonesia Tawau Aris Heru Utomo.
Menurut Aris, dalam keterangan tertulis diterima di Kuala Lumpur, Selasa, anak-anak itu merupakan penerima beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) dan beasiswa dari berbagai Yayasan pendidikan di Indonesia.
Seluruh penerima beasiswa itu terpilih setelah melewati proses seleksi sejak Maret 2024.
Ia mengatakan meskipun anak-anak tersebut lahir dan besar di Sabah, Malaysia, namun mereka tetap merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).
Aris mengatakan secara khusus berpesan kepada anak-anak untuk mulai menuangkan pengalamannya selama berada di Kalimantan Utara ke dalam tulisan, yang nantinya dapat dikumpulkan dan diterbitkan menjadi sebuah buku antologi yang bisa menginspirasi pelajar CLC lainnya agar bersemangat melanjutkan pendidikan.
Ia mengatakan juga telah melakukan penguatan wawasan kebangsaan dan Pancasila para penerima beasiswa melalui paparan berjudul “Menemukan Kembali Indonesia” sehari sebelum keberangkatan mereka pada Minggu (21/7) lalu.
Dalam paparannya, ujar Aris, dirinya telah memberikan pemahaman mengenai sejarah lahirnya bangsa dan negara Indonesia yang diperjuangkan dengan gagah berani dan penuh semangat persatuan oleh para pejuang kebangsaan dan kemerdekaan.
Selain itu, dijelaskan pula mengenai bendera, bahasa, lambang negara, dan lagu kebangsaan sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.
Menurut dia, ke-17 anak-anak pekerja migran yang bekerja di perkebunan kelapa sawit tersebut merupakan bagian dari 471 pelajar CLC di Sabah dan Sarawak yang lulus seleksi penerima beasiswa ADEM dan dari berbagai yayasan pendidikan di tanah air.
Aris mengatakan mereka akan belajar di tiga sekolah mitra ADEM di Provinsi Kalimantan Utara, yaitu SMKN 1 Nunukan, SMKN 1 Sebatik Barat dan SMAK Santo Gabriel Nunukan, serta satu sekolah mitra yayasan type B yaitu SMA Mutiara Bangsa Sebatik Barat.
Mereka diberangkatkan melalui Pelabuhan ferry Tawau menuju Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, Kalimantan Utara, dengan pendampingan dari beberapa orang guru CLC.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Konsul RI Tawau: 17 anak pekerja migran lanjutkan sekolah ke Kaltara
Menurut Aris, dalam keterangan tertulis diterima di Kuala Lumpur, Selasa, anak-anak itu merupakan penerima beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) dan beasiswa dari berbagai Yayasan pendidikan di Indonesia.
Seluruh penerima beasiswa itu terpilih setelah melewati proses seleksi sejak Maret 2024.
Ia mengatakan meskipun anak-anak tersebut lahir dan besar di Sabah, Malaysia, namun mereka tetap merupakan Warga Negara Indonesia (WNI).
Aris mengatakan secara khusus berpesan kepada anak-anak untuk mulai menuangkan pengalamannya selama berada di Kalimantan Utara ke dalam tulisan, yang nantinya dapat dikumpulkan dan diterbitkan menjadi sebuah buku antologi yang bisa menginspirasi pelajar CLC lainnya agar bersemangat melanjutkan pendidikan.
Ia mengatakan juga telah melakukan penguatan wawasan kebangsaan dan Pancasila para penerima beasiswa melalui paparan berjudul “Menemukan Kembali Indonesia” sehari sebelum keberangkatan mereka pada Minggu (21/7) lalu.
Dalam paparannya, ujar Aris, dirinya telah memberikan pemahaman mengenai sejarah lahirnya bangsa dan negara Indonesia yang diperjuangkan dengan gagah berani dan penuh semangat persatuan oleh para pejuang kebangsaan dan kemerdekaan.
Selain itu, dijelaskan pula mengenai bendera, bahasa, lambang negara, dan lagu kebangsaan sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.
Menurut dia, ke-17 anak-anak pekerja migran yang bekerja di perkebunan kelapa sawit tersebut merupakan bagian dari 471 pelajar CLC di Sabah dan Sarawak yang lulus seleksi penerima beasiswa ADEM dan dari berbagai yayasan pendidikan di tanah air.
Aris mengatakan mereka akan belajar di tiga sekolah mitra ADEM di Provinsi Kalimantan Utara, yaitu SMKN 1 Nunukan, SMKN 1 Sebatik Barat dan SMAK Santo Gabriel Nunukan, serta satu sekolah mitra yayasan type B yaitu SMA Mutiara Bangsa Sebatik Barat.
Mereka diberangkatkan melalui Pelabuhan ferry Tawau menuju Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan, Kalimantan Utara, dengan pendampingan dari beberapa orang guru CLC.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Konsul RI Tawau: 17 anak pekerja migran lanjutkan sekolah ke Kaltara
Pewarta : Virna P Setyorini
Editor : Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Aceh Barat Daya sediakan beasiswa untuk mencetak 100 penghafal Al Quran
21 February 2026 23:01 WIB
Pemerintah sediakan 5.750 kuota beasiswa LPDP 2026 untuk genjot kualitas SDM
15 January 2026 21:02 WIB
Kepala SIKK antar pulang anak pekerja migran untuk lanjutkan sekolah di Banten
22 July 2024 9:22 WIB, 2024
471 anak pekerja migran Indonesia di Malaysia lanjutkan pendidikan di tanah air
15 July 2024 8:19 WIB, 2024
Sekolah Indonesia Kota Kinabalu gelar seleksi penerima beasiswa repatriasi di Sabah
04 May 2024 6:34 WIB, 2024
KJRI Johor Bahru dan Muhammadiyah Jatim kerja sama beri beasiswa repatriasi anak pekerja migran
24 October 2023 12:59 WIB, 2023
BAZNAS berdialog dengan mahasiswa Indonesia penerima beasiswa di Kedah
20 October 2023 12:11 WIB, 2023