
Kecoa "robot" Undip sabet medali emas Malaysia Technology Expo 2026

Semarang (ANTARA) - Kecoa "robot" yang dirancang oleh Tim Rotect dari Fakultas Teknik Universitas Diponegoro Semarang berhasil meraih medali emas Asia Youth Innovation Awards dalam kompetisi internasional bertajuk Malaysia Technology Expo (MTE) 2026.
"Tim kami mengembangkan pendekatan biohybrid, memanfaatkan kecoa jenis Madagascar Hissing cockroach sebagai platform mobilitas alami," kata anggota Tim Rotect Muhammad Faizul Kirom, di Semarang, Kamis.
MTE merupakan kompetisi inovasi yang diselenggarakan oleh Malaysian Association of Research Scientists (MARS) pada 9-10 April 2026 di World Trade Centre, Kuala Lumpur, Malaysia.
Dalam kompetisi tersebut, ratusan tim dari puluhan negara saling bertarung untuk menunjukkan hasil inovasi teknologi terbaru yang mereka kembangkan.
Tim Rotect terdiri dari Muhammad Faizul Kirom, Mega Adinda Ramadhani, Helmi Yusuf, Verrill Varian Jaya Kusuma, Septhian Kallolangi, Hasna Fadhilah Aulia, dan Nicholas David Marsen.
Mereka sukses membawakan ide mereka yang diberi judul "ROACH-DETECT: Cyborg Cockroach-Based System for Victim Detection in Disaster Ruins Using Edge Computing for SAR Operations".
Kirom menjelaskan inovasi tersebut bermula dari keprihatinan tim terhadap korban bencana yang sering kali sulit dijangkau oleh tim penyelamat.
Untuk mengatasi hal tersebut, kata dia, timnya kemudian memanfaatkan kecoa berdesis Madagaskar (Gromphadorhina portentosa) yang dilengkapi dengan modul elektronik sebagai hewan pelacak.
"Kalau anjing pelacak kan tidak bisa menelusuri area kecil, akhirnya kami ada solusi pakai hewan yang jauh lebih kecil lagi, buat menelusuri korban di reruntuhan," katanya.
Di dalam modul, kata dia, nantinya tersedia mikrokontroler yang sudah diprogram untuk bisa mengendalikan arah kecoa sekaligus mendeteksi korban melalui pola suhu tubuh manusia.
Hasil deteksi kemudian dikirimkan ke situs pengawas yang dapat diakses langsung oleh tim SAR.
"Di sistem ini, kecoa dilengkapi electronic backpack berbasis mikrokontroler yang berfungsi sebagai pusat kendali dan pemrosesan data. Kita juga bisa mengendalikan kecoanya pakai stimulus elektrik agar kecoanya bisa kita arahkan ke area reruntuhannya," katanya.
Ia mengaku tidak menyangka timnya berhasil meraih emas melalui inovasi tersebut, dan bersyukur bahwa ide itu bisa mendapatkan apresiasi yang baik dari para dewan juri.
"Tentunya kami sangat senang dan bersyukur bisa meraih Gold Award di MTE. Apalagi melihat kompetisinya yang cukup ketat dengan peserta dari berbagai negara. Jadi ini benar-benar di luar ekspektasi kami," katanya.
Ia berharap selepas kompetisi tersebut timnya bisa mengembangkan inovasi itu agar semakin sempurna dan bisa bermanfaat bagi masyarakat.
"Harapan kami ke depannya, inovasi yang kami kembangkan tidak berhenti di kompetisi saja, tapi bisa terus disempurnakan dan diimplementasikan secara nyata," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kecoa "robot" Undip sabet medali emas Malaysia Technology Expo 2026
Pewarta : Zuhdiar Laeis
Editor:
Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
