Eks PRT di Malaysia jadi terapis spa
Kamis, 29 Maret 2018 18:37 WIB
Dubes Rusdi Kirana dan Nur Arif Hidayati (Foto ANTARA / Yusron B Ambary) (1)
Kuala Lumpur, (AntaraKL) - Eks Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja sebagai Pembantu Rumah Tangga (PRT) di Malaysia sukses alih profesi menjadi terapis spa di sebuah hotel di tanah air.
Wanita asal Kediri Provinsi Jawa Timur bernama Nur Arif Hidayati tersebut dikunjungi Duta Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur, Rusdi Kirana, ditempatnya bekerja di Hotel Sheraton Bandara, Tangerang, Kamis.
Saat mengunjungi mantan penghuni shelter atau tempat penampungan sementara Tenaga Kerja Wanita (TKW) bermasalah di KBRI Kuala Lumpur tersebut Rusdi didampingi oleh Kepala Fungsi Konsuler yang juga Ketua Satgas Perlindungan WNI, Yusron B Ambary.
Nur Arif Hidayati pernah menghuni shelter selama tiga bulan mulai Juli hingga Oktober 2017 karena ditipu oleh agen yang merekrutnya saat bekerja di Malaysia.
"Bulan September saya mengikuti pelatihan spa terapis yang diadakan oleh KBRI Kuala Lumpur. Saya mengikuti pelatihan didampingi oleh Bu Ayu selaku pemilik dari Tirta Spa," ujar Nur Arif Hidayati.
Pada 25 Oktober 2017 dirinya dipulangkan ke kampung halaman oleh KBRI Kuala Lumpur karena dianggap masalahnya sudah selesai kemudian November dirinya mendapatkan tawaran dari Bu Maya untuk ditempatkan di Hotel Sheraton Bandara.
"Alhamdulillah bekerja di tempat ini sangat menyenangkan. Banyak pengalaman dan pelajaran yang saya dapatkan. Ke depan saya akan mengikuti pemilihan terapist yang rencananya bila terpilih akan dikirim ke Bulgaria, Eropa, untuk bekerja disana," katanya.
Dirinya mengucapkan terima kasih kepada Dubes RI dan jajaran KBRI Kuala Lumpur karena dirinya diberi kesempatan mengikuti program "Saya Mau Sukses".
Kepala Fungsi Konsuler KBRI Kuala Lumpur, Yusron B Ambary mengatakan Nur Arif Hidayati sangat senang saat dikunjungi Dubes Rusdi Kirana.
"Kerja yang baik. Semoga cepat tercapai cita-citamu," ujar Yusron menirukan harapan Dubes Rusdi Kirana.
Program "Saya Mau Sukses" hingga kini masih berlangsung di KBRI Kuala Lumpur. Para TKW penghuni shelter diberi sejumlah pelatihan bordir, memasak, menjahit hingga mengelola kantin KBRI Kuala Lumpur di Jalan Tun Razak.
Wanita asal Kediri Provinsi Jawa Timur bernama Nur Arif Hidayati tersebut dikunjungi Duta Besar Republik Indonesia di Kuala Lumpur, Rusdi Kirana, ditempatnya bekerja di Hotel Sheraton Bandara, Tangerang, Kamis.
Saat mengunjungi mantan penghuni shelter atau tempat penampungan sementara Tenaga Kerja Wanita (TKW) bermasalah di KBRI Kuala Lumpur tersebut Rusdi didampingi oleh Kepala Fungsi Konsuler yang juga Ketua Satgas Perlindungan WNI, Yusron B Ambary.
Nur Arif Hidayati pernah menghuni shelter selama tiga bulan mulai Juli hingga Oktober 2017 karena ditipu oleh agen yang merekrutnya saat bekerja di Malaysia.
"Bulan September saya mengikuti pelatihan spa terapis yang diadakan oleh KBRI Kuala Lumpur. Saya mengikuti pelatihan didampingi oleh Bu Ayu selaku pemilik dari Tirta Spa," ujar Nur Arif Hidayati.
Pada 25 Oktober 2017 dirinya dipulangkan ke kampung halaman oleh KBRI Kuala Lumpur karena dianggap masalahnya sudah selesai kemudian November dirinya mendapatkan tawaran dari Bu Maya untuk ditempatkan di Hotel Sheraton Bandara.
"Alhamdulillah bekerja di tempat ini sangat menyenangkan. Banyak pengalaman dan pelajaran yang saya dapatkan. Ke depan saya akan mengikuti pemilihan terapist yang rencananya bila terpilih akan dikirim ke Bulgaria, Eropa, untuk bekerja disana," katanya.
Dirinya mengucapkan terima kasih kepada Dubes RI dan jajaran KBRI Kuala Lumpur karena dirinya diberi kesempatan mengikuti program "Saya Mau Sukses".
Kepala Fungsi Konsuler KBRI Kuala Lumpur, Yusron B Ambary mengatakan Nur Arif Hidayati sangat senang saat dikunjungi Dubes Rusdi Kirana.
"Kerja yang baik. Semoga cepat tercapai cita-citamu," ujar Yusron menirukan harapan Dubes Rusdi Kirana.
Program "Saya Mau Sukses" hingga kini masih berlangsung di KBRI Kuala Lumpur. Para TKW penghuni shelter diberi sejumlah pelatihan bordir, memasak, menjahit hingga mengelola kantin KBRI Kuala Lumpur di Jalan Tun Razak.
Pewarta : Agus Setiawan
Editor : Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BP2MI ingatkan pekerja migran untuk berangkat sesuai prosedur hindari TPPO
26 August 2024 17:04 WIB, 2024
BP2MI minta Bea Cukai beri diskresi barang pekerja migran yang masih tertahan
06 July 2024 15:30 WIB, 2024
Indonesia-Malaysia bentuk satgas percepat integrasi sistem penempatan pekerja migran
11 May 2024 21:58 WIB, 2024
Menaker RI, Menteri Sumber Manusia Malaysia bertemu bahas pembaharuan MoU
28 April 2024 19:58 WIB, 2024
BP2MI seimbangkan kebutuhan SDM dengan teknologi untuk lindungi pekerja migran Indonesia
28 October 2023 8:55 WIB, 2023
BP2MI libatkan pemerintah desa untuk awasi penyaluran pekerja migran Indonesia
13 March 2023 19:16 WIB, 2023
Polisi Bengkalis gagalkan penyelundupan pekerja migran Indonesia ke Malaysia
16 February 2023 6:11 WIB, 2023
Taiwan jadi tujuan pekerja Indonesia asal Karawang terbanyak sepanjang 2022
08 January 2023 14:03 WIB, 2023
Terpopuler - Headlines
Lihat Juga
Pengurus Majlis Persatuan dan Persaudaraan Masyarakat Madura 2025-2027 dilantik di Selangor
27 July 2025 20:07 WIB, 2025
Sekretaris PM: Protes terhadap kepemimpinan Anwar Ibrahim hanya manuver politik
21 July 2025 11:01 WIB, 2025