Polisi Malaysia akan panggil 29 pemrakarsa unjuk rasa
Minggu, 1 Agustus 2021 16:28 WIB
Ratusan warga Malaysia berpakaian hitam-hitam berunjuk rasa di Kuala Lumpur, Sabtu (31/7/2021). Mereka meminta PM Muhyiddin Yassin mundur karena gagal menjalankan pemerintahan. (ANTARA/Agus Setiawan)
Kuala Lumpur (ANTARA) - Polisi Diraja Malaysia (PDRM) mengatakan akan memanggil 29 penganjur dan peserta unjuk rasa "Keluar dan #Lawan" pada Sabtu (31/6) yang sudah teridentifikasi untuk melengkapi dokumen penyelidikan.
"Beberapa individu lain masih dalam proses identifikasi dari rekaman video dan gambar. Semua individu yang terlibat diminta memberikan kerjasama dalam penyelidikan penyelenggaraan unjuk rasa tersebut," ujar Kepala PDRM Irjen Pol Acryl Sani Abdullah Sani dalam pernyataan pers, Minggu.
Arcyl mengatakan polisi telah memulai penyelidikan terhadap penganjur dan peserta unjuk rasa tersebut karena diduga melanggar prosedur standar pencegahan COVID-19 menurut undang-undang dan peraturan tentang pencegahan penyakit menular.
Acryl mengatakan lebih dari 20 laporan polisi telah disampaikan di seluruh negara akibat unjuk rasa tersebut.
"Polisi sebelum ini telah beberapa kali memberi peringatan supaya semua pihak mematuhi standard operation procedure (SOP) Rencana Pemulihan Negara (PPN) demi keselamatan orang banyak, serta menyatakan pendirian bahwa tindakan tegas akan diambil kepada semua pihak yang sengaja melanggar SOP," katanya.
Namun, tambah Acryl, penganjur dan peserta yang keras kepala telah diberi nasihat agar mengutamakan keselamatan dan kesehatan dalam kondisi pandemi COVID-19.
Pada Sabtu pagi sekitar 450 orang berkumpul di Dataran Masjid Jamek, Kuala Lumpur, untuk berkonvoi dan berunjuk rasa sambil membawa sejumlah spanduk dan poster. Mereka menuntut Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mundur dari jabatannya.
Lima anggota Sekretariat Solidariti Rakyat (SSR) rencananya juga akan dipanggil untuk diselidiki oleh Polisi Dang Wangi Senin (2/8).
Mereka adalah Mohamad Abdullah Alshatry, Mohammad Asraf Sharafi Mohammad Azhar, Tharmelinggem Pillai, Qyira Yusri dan Sevan Doraisamy.
"Beberapa individu lain masih dalam proses identifikasi dari rekaman video dan gambar. Semua individu yang terlibat diminta memberikan kerjasama dalam penyelidikan penyelenggaraan unjuk rasa tersebut," ujar Kepala PDRM Irjen Pol Acryl Sani Abdullah Sani dalam pernyataan pers, Minggu.
Arcyl mengatakan polisi telah memulai penyelidikan terhadap penganjur dan peserta unjuk rasa tersebut karena diduga melanggar prosedur standar pencegahan COVID-19 menurut undang-undang dan peraturan tentang pencegahan penyakit menular.
Acryl mengatakan lebih dari 20 laporan polisi telah disampaikan di seluruh negara akibat unjuk rasa tersebut.
"Polisi sebelum ini telah beberapa kali memberi peringatan supaya semua pihak mematuhi standard operation procedure (SOP) Rencana Pemulihan Negara (PPN) demi keselamatan orang banyak, serta menyatakan pendirian bahwa tindakan tegas akan diambil kepada semua pihak yang sengaja melanggar SOP," katanya.
Namun, tambah Acryl, penganjur dan peserta yang keras kepala telah diberi nasihat agar mengutamakan keselamatan dan kesehatan dalam kondisi pandemi COVID-19.
Pada Sabtu pagi sekitar 450 orang berkumpul di Dataran Masjid Jamek, Kuala Lumpur, untuk berkonvoi dan berunjuk rasa sambil membawa sejumlah spanduk dan poster. Mereka menuntut Perdana Menteri Muhyiddin Yassin mundur dari jabatannya.
Lima anggota Sekretariat Solidariti Rakyat (SSR) rencananya juga akan dipanggil untuk diselidiki oleh Polisi Dang Wangi Senin (2/8).
Mereka adalah Mohamad Abdullah Alshatry, Mohammad Asraf Sharafi Mohammad Azhar, Tharmelinggem Pillai, Qyira Yusri dan Sevan Doraisamy.
Pewarta : Agus Setiawan
Editor : Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Belasan komikus Indonesia, mulai Si Juki hingga Tahilalats unjuk karya di Malaysia
12 December 2025 22:47 WIB
Bentrokan berdarah dalam protes antikorupsi dan pemblokiran medsos di Nepal tewaskan 19 orang
09 September 2025 10:05 WIB
Destinasi wisata RI unjuk gigi di expo agen perjalanan MATTA Fair 2025 Kuala Lumpur
06 September 2025 19:44 WIB
Terpopuler - Headlines
Lihat Juga
Pengurus Majlis Persatuan dan Persaudaraan Masyarakat Madura 2025-2027 dilantik di Selangor
27 July 2025 20:07 WIB
Sekretaris PM: Protes terhadap kepemimpinan Anwar Ibrahim hanya manuver politik
21 July 2025 11:01 WIB