WNI berharap Pemilu Malaysia ke-15 membawa stabilitas politik

id PRU15,Pemilu Malaysia,WNI di Malaysia

WNI berharap Pemilu Malaysia ke-15 membawa stabilitas politik

Seorang petugas keamanan melintasi spanduk pusat mengundi di Sekolah Kebangsaan Taman Maluri pada pelaksanaan Pemilihan Umum (PRU) ke-15 Malaysia di Kuala Lumpur, Sabtu (19/11/2022). (ANTARA/Virna Puspa Setyorini)

Harapannya Malaysia lebih baik lagi dari kemarin. Enggak gonta-ganti pemerintahan, biar ekonomi semakin maju
Kuala Lumpur (ANTARA) - Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) di Malaysia berharap Pemilihan Umum (Pemilu) ke-15 membawa stabilitas politik yang berlanjut pada kemajuan ekonomi hingga berdampak positif pula bagi para pekerja migran Indonesia (PMI).

“Harapannya Malaysia lebih baik lagi dari kemarin. Enggak gonta-ganti pemerintahan, biar ekonomi semakin maju,” kata PMI asal Lamongan, Takhsis Ansori, di Kuala Lumpur, Sabtu.

Kondisi ekonomi Malaysia menjadi kurang baik mana kala harus berganti pemerintahan hingga tiga kali pada periode sebelumnya. Dan, Takhsis yang bekerja di bidang konstruksi ini mengaku ikut terdampak saat itu.

“Nah jadi enggak ada proyek lagi. Dari Kerajaan (Pemerintah Malaysia) enggak ada, dari pribadi enggak ada,” ujar dia.

Ia mengatakan semua orang pasti mengharapkan Malaysia semakin makmur dan maju karena kemajuan dan kemakmuran itu akan berdampak baik bagi mereka yang ada di negara tersebut.

WNI asal Madura, Umar Faruk, mengatakan, sebagai seorang pendatang, dia tidak banyak tahu tentang bagaimana eskalasi perpolitikan di Malaysia.

Namun, pada Pemilu atau Pilihan Raya Umum (PRU) ke-15 ini, dirinya secara pribadi tetap berharap bahwa siapa pun yang nanti menjadi pemimpin yang dimandatkan oleh Rakyat Malaysia, sosok itu merupakan pribadi yang tetap menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dan kewajaran terhadap hal-hal yang menyangkut WNI.

“Betapa pun kita sebagai pendatang asing di negara ini, selama kita tidak melanggar regulasi negara,  keberadaan kita wajib mendapatkan perlakuan yang semestinya dan wajar,” ujar Umar yang juga merupakan Penasihat Majlis Persatuan dan Persaudaraan Masyarakat Madura (MPPM) di Malaysia.

Baca juga: Malaysia mulai masuk masa kampanye
Baca juga: Raja Malaysia tidak punya pilihan selain menyetujui pembubaran Parlemen
 
Pewarta :
Editor: Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA 2022