Presiden Duterte besok kunjungi Malaysia

id Presiden Duterte, Malaysia

Presiden Filipina, Rodrigo R. Duterte (antarafoto.com)

"Mungkin, masalah narkoba juga dapat dimasukkan dalam pembahasan kejahatan transnasional. Saya yakin, Presiden akan menyebutkan situasi kita di sini dan kampanye anti-narkoba nya - bagaimana serius situasi obat-obatan terlarang 'di negara ini," ujar
Kuala Lumpur, (AntaraKL) - Presiden Filipina Rodrigo Duterte dijadwalkan tiba di Malaysia Kamis (10/11) besok untuk kunjungan resmi dua hari.

Sebagaimana dilansir New Strait Time, Rabu, dia diperkirakan akan mengadakan pembicaraan bilateral dengan Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak, sebagai bagian dari seri kunjungan perkenalan ke negara-negara Asia Tenggara.

Sun Star Manila, dalam laporannya hari ini, mengutip juru bicara Filipina Luar Negeri Charles Jose mengatakan bahwa kedua pemimpin diperkirakan akan membahas kerjasama ekonomi dan keamanan, termasuk peran Malaysia dalam perundingan perdamaian antara pemerintah Filipina dan Front Pembebasan Islam Moro.

Juga pada  masalah keamanan di Sulu-Laut Sulawesi, kontra-terorisme, dan kepemimpinan Filipina pada Asean mendatang.

Malaysia adalah mitra perdagangan Filipina terbesar ke-10 pada tahun 2015 dan merupakan investor terbesar kedua di negara itu antara semua negara anggota Asean.

Jose mengatakan bahwa Duterte juga bisa meningkatkan kampanye publikasi pemerintahannya terhadap perdagangan narkotika.

"Mungkin, masalah narkoba juga dapat dimasukkan dalam pembahasan kejahatan transnasional. Saya yakin, Presiden akan menyebutkan situasi kita di sini dan kampanye anti-narkoba nya - bagaimana serius situasi obat-obatan terlarang 'di negara ini," ujar Jose dikutip Sun Star.

Duterte, kata dia, bertujuan untuk lebih mempererat hubungan antara Filipina dan Malaysia untuk saling menguntungkan kedua negara dan rakyatnya.

"Filipina dan Malaysia telah melakukan pertukaran sering pejabat di semua tingkatan. Filipina memandang Malaysia, bukan sebagai bangsa saudara dan sebagai mitra kerja yang handal, tidak hanya bilateral tetapi juga dalam konteks yang lebih besar dari Bimpeaga (Brunei-Indonesia-Malaysia Filipina East ASEAN Growth Area) dan komunitas ASEAN tercinta," kata Jose .

Duterte akan didampingi oleh beberapa anggota Kabinet Filipina dan senator. Dia juga diharapkan untuk memenuhi undangan masyarakat Filipina di Malaysia.

Jose menyatakan bahwa pembicaraan bilateral antara Duterte dan Najib tidak akan terpengaruh meskipun klaim oleh pendiri Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) Nur Misuari, bahwa Malaysia telah berpartisipasi dalam penculikan Sidapan pada tahun 2000.

Jose mengklarifikasi bahwa Misuari tidak berbicara atas nama pemerintah dan mengatakan bahwa tuduhan pemimpin MNLF adalah "pendapat pribadi.
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar