Kuala Lumpur (ANTARA) - Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim menerima kunjungan delegasi Amerika Serikat (AS), Australia hingga China di sela rangkaian perhelatan Pertemuan Menteri-Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) ke-58 di Kuala Lumpur pada 8-11 Juli 2025.
Dalam keterangan yang diterima di Kuala Lumpur, Jumat, Anwar menerima kunjungan kehormatan Sekretaris Luar Negeri AS Marco Rubio di Gedung Parlemen Malaysia, Kuala Lumpur, Kamis.
Dalam pertemuan itu, Malaysia dan AS membuka ruang kerja sama lebih luas dalam sektor digital, kecerdasan buatan, pertahanan hingga pendidikan. Kedua tokoh itu juga bertukar pandangan tentang Palestina, Ukraina dan Myanmar.
Anwar secara khusus juga menyampaikan tentang kekhawatiran Malaysia terhadap pemberlakuan tarif impor 25 persen oleh AS kepada Malaysia, sebagaimana diutarakan Presiden AS Donald Trump. Malaysia berpandangan hal itu akan memberi dampak negatif pada pertumbuhan ekonomi.
Menurut Anwar, perundingan terkait tarif harus tetap dibuka untuk menjamin keputusan perdagangan yang adil.
Pada kesempatan itu, Marco menyatakan Malaysia masih memiliki waktu satu bulan untuk mengemukakan pandangan dan perundingan lebih lanjut terkait tarif impor tersebut.
Selanjutnya pada Jumat, PM Anwar juga menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Australia, Senator Penny Wong, yang sedang dalam lawatan kerja ke Malaysia.
Dengan Penny, Anwar berdiskusi tentang penguatan hubungan dua negara yang telah terjalin sejak 1957.
Anwar mengundang Australia untuk menghadiri Pameran Halal Antarbangsa Malaysia (MIHAS) September mendatang, di mana ekonomi halal dipercaya akan menjadi potensi besar kerja sama di masa depan.
Kemudian, ia menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri China Wang Yi. Anwar dan Yi membicarakan berbagai aspek hubungan Malaysia-China yang terus diperkukuh untuk meneruskan hasil lawatan Presiden China Xi Jinping ke Malaysia pada April lalu, yang menyaksikan penandatanganan 31 dokumen nota kesepahaman.
Anwar menyampaikan China merupakan rekan dagang terbesar Malaysia selama 16 tahun berturut-turut dengan nilai perdagangan mencapai 106 miliar dolar AS pada 2024, dan sebanyak 36 miliar dolar AS sejak Januari hingga April 2025.
Ia juga menyatakan bahwa Malaysia selaku Ketua ASEAN mengapresiasi dukungan China atas konsensus lima poin ASEAN terkait Myanmar. Anwar juga menyampaikan pentingnya penyelesaian damai dalam isu Laut China Selatan yang berasaskan undang-undang antarabangsa dan Konvensi Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Hukum Laut (United Nations Convention on the Law of the Sea/UNCLOS).
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: PM Malaysia terima delegasi AS, Australia hingga China
