Miniseri Indonesia - Malaysia "DO[S]A" siap tayang

id miniseri indonesia malaysia,dosaseries,film indonesia,film malaysia

Artis Indonesia dan Malaysia (Foto ANTARA / dok) (1)

"Kami mengharapkan ke depan akan dihasilkan lagi karya-karya kerjasama yang bisa dipasarkan hingga ke Asia," katanya.
Jakarta, (AntaraKL) - Industri perfilman Indonesia dan Malaysia menggarap miniseri bertajuk "DO[S]A" yang siap ditayangkan di layar televisi kedua negara mulai 14 Februari 2018. 

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa disebutkan, DO[S]A merupakan kerja sama antara Astro, Arie Zaharie Production asal Malaysia dan Capitol Entertainment Production, rumah produksi dari Indonesia.

Sutradara terbaik FFI 2011 Ifa Isfansyah ditunjuk menyutradari DO[S]A, selain itu naskah digarap oleh penulis skenario Malaysia Saniboey Mohd Ismail dan Salman Aristo asal Indonesia.

Di industri perfilman nasional Salman Aristo dikenal sebagai penulis skrip untuk karya-karya box office seperti "Ayat-Ayat Cinta", "Laskar Pelangi", "Garuda di Dadaku", "Sang Penari" dan "Athirah".

Sedangkan Cecep Arif Rahman dipercaya sebagai pengarah koreografi adegan laga miniseri yang bertabur bintang gabungan tiga negara yakni Indonesia, Malaysi dan Singapura itu.

Sejumlah pemain yang terlibat yakni Dato M.Nasir, Remy Ishak dan Daniella Sya dari Malaysia, kemudian Ashraf Sinclair, Roy Marten, Maudy Koesnaedi, Hannah Al Rashid, Reuben Elishama dan Tegar Satrya dari Indonesia, serta Shenty Feliziana dan Hisyam Hamid dari Singapura.

Miniseri yang terdiri dari delapal judul itu setiap episode memiliki judul "Khianat", "Tamak", "Nafsu", "Dengki", "Derhaka", "Fitnah", "Munafik" dan "Fitnah" yang bersumber pada tagline DO[S]A, "Niat Tidak Menghalalkan Cara".

DO[S]A sarat dengan adegan yang mendebarkan, aksi mengejutkan dan ganas. Namun begitu, pada masa yang sama turut diapit dengan pergolakan emosi, pengorbanan, ikatan kekeluargaan serta bibit percintaan.

Pengambilang gambar selama 58 hari, (Juli - September 2017) dengan mengambil lokasi di Jakarta, Indonesia dan di Malaysia sekitar Kuala Lumpur, Kampung Baru, Klang and Putrajaya.

Sutradara Ifa Ifansyah menyatakan, film yang memakan waktu pengambilan gambar selama 55 hari di Jakarta dan Kuala Lumpur, serta total mengerjaan dua tahun tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tontonan yang meriah dan menghibur namun juga memiliki nilai.

DO[S]A mengisahkan empat beradik yang dibesarkan oleh ayah mereka sebagai orang tua tunggal di kampung pedalaman di Kaula Lumpur dengan berlatih silat setiap hari.

Karena sebuah persoalan membawa mereka ke Jakarta, hingga terjerumus dalam dunia gelap di ibu kota yang mengharuskan mereka berjuang untuk bisa keluar dari dunia hitam tersebut.

Naib Presiden Bahagian Perniagaan Melayu Astro, Dato' Khaiurl Anwar Salleh menyatakan, miniseri DO[S]A merupakan kerjasama yang pertama antara Indonesia dan Malaysia untuk memproduksi miniseri Nusantara premium dan ekslusif.

"Kami mengharapkan ke depan akan dihasilkan lagi karya-karya kerjasama yang bisa dipasarkan hingga ke Asia," katanya.
Miniserti DO[S]A akan memasuki pasar Indonesia melalui platform OTT (Over-The-Top), Tribe Indonesia dan di saluran Astro Citra Malaysia, pertengahan Februari 2018.
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar