Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

PM Malaysia kecam pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei

Minggu, 1 Maret 2026 22:08 WIB
Image Print
Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim. ANTARA/HO-Kantor Perdana Menteri Malaysia/aa.

Kuala Lumpur (ANTARA) - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mengecam pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei, yang menempatkan Timur Tengah di ambang ketidakstabilan serius dan berkelanjutan.

"Saya mengecam pembunuhan Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran. Tindakan ini menempatkan Timur Tengah di ambang ketidakstabilan yang serius dan berkelanjutan. Saya menyampaikan belasungkawa kepada Republik Islam Iran dan kepada rakyat Iran pada saat yang sangat sulit ini," kata Anwar dalam keterangan di Kuala Lumpur, Minggu.

Anwar menegaskan mereka yang menyambut kematian Ali Khamenei seharusnya menyadari konsekuensi dari tindakan tersebut. Dia menekankan ancaman yang bersifat eksistensial jarang menghasilkan reaksi yang dapat diprediksi.

Menurut Anwar penargetan secara sengaja terhadap seorang kepala negara menetapkan preseden yang berbahaya dan melemahkan norma serta prinsip yang menopang tatanan internasional.

"Pada saat yang sama, saya mendesak otoritas Iran untuk menahan diri. Malaysia sependapat dengan pernyataan yang dikeluarkan oleh negara-negara yang prihatin, yang menyerukan agar semua pihak untuk menghentikan eskalasi lebih lanjut," ujarnya.

Baca juga: Kecam serangan Israel ke Iran, Malaysia: Dunia tidak perlu perang baru

Anwar Ibrahim menyatakan perhatian utama Malaysia adalah pada keselamatan warga Malaysia di Iran, Negara-Negara Teluk, dan kawasan Timur Tengah yang lebih luas.

Dia meyakinkan kepada seluruh warga Malaysia yang berada di wilayah terdampak, bahwa pemerintah Malaysia terus mengambil langkah yang memungkinkan untuk memastikan perlindungan warga negara Malaysia.

"Perwakilan-perwakilan kami telah diberikan mandat dan sumber daya penuh untuk membantu warga Malaysia," jelas Anwar.

Di sisi lain, Anwar menyampaikan pemerintah Malaysia segera mengevaluasi dampak ekonomi dari konflik yang terjadi, termasuk risiko terhadap ruang udara regional dan kebebasan navigasi melalui Selat Hormuz.

Anwar menyatakan perdagangan dan keamanan energi Malaysia secara langsung terdampak, dan Malaysia akan bertindak sebagaimana diperlukan untuk melindungi kepentingan nasionalnya.

Malaysia menyerukan gencatan senjata segera, perlindungan warga sipil, dan kembalinya dialog yang sungguh-sungguh.

Anwar menekankan penyelesaian krisis tidak dapat dilakukan dengan kekerasan, melainkan memerlukan diplomasi, pengendalian diri, dan kemauan politik yang kuat.

Baca juga: Malaysia sebut serangan Israel ke Iran bawa Timur Tengah ke ambang bencana



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026