Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

Eskalasi di Teluk, Prabowo ingatkan kerukunan modal utama jaga NKRI

Rabu, 11 Maret 2026 13:26 WIB
Image Print
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan amanat pada peringatan Nuzululquran di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Peringatan peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad SAW itu diharapkan menjadi momentum untuk memahami dan mengamalkan Al Quran dalam kehidupan sehari-hari. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nym

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto mengingatkan di tengah eskalasi perang di kawasan Teluk, Timur Tengah, persatuan dan kerukunan bangsa menjadi modal utama menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, saat dihubungi di Jakarta, Rabu, menjelaskan pesan itu disampaikan oleh Presiden Prabowo saat memberikan sambutan dalam acara peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Kenegaraan Tahun 1447 H/2026 M di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3) malam.

“(Dalam sambutannya, red.) Presiden Prabowo Subianto juga menyoroti kondisi dunia yang saat ini diwarnai ketidakpastian dan berbagai tantangan yang dapat mengancam perdamaian global. Dalam menghadapi kondisi tersebut, Kepala Negara menegaskan bahwa bangsa Indonesia harus terus memperkuat persatuan dan kerukunan sebagai modal utama menghadapi berbagai tantangan global,” kata Seskab Teddy.

Kemudian, Presiden Prabowo kembali menegaskan posisinya dalam merespons eskalasi di Timur Tengah, yaitu melindungi seluruh rakyat Indonesia dan menjaga keutuhan bangsa.

“Kepala Negara menegaskan kembali tanggung jawabnya sebagai kepala negara untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia, serta menjaga keutuhan bangsa,” ujar Seskab Teddy.

Presiden Prabowo, dalam sambutannya saat acara, mengatakan: “Sebagai Presiden Republik Indonesia, saya selalu ingat akan tugas yang dibebankan kepada saya, yaitu melindungi seluruh tumpah darah Indonesia dan seluruh rakyat Indonesia".

Sementara itu, terkait dengan Nuzulul Qur’an, Presiden Prabowo, dalam sambutannya yang sama, juga mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk menjadikan peringatan Nuzulul Qur’an sebagai kesempatan memperkuat iman, dan menjadi inspirasi untuk merawat persatuan bangsa.

“Peringatan tersebut (Nuzulul Qur’an) menjadi momentum spiritual bagi bangsa Indonesia untuk memperkuat nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” kata Seskab Teddy.

Peringatan Nuzulul Qur'an di Istana Negara, Selasa malam, dihadiri oleh Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, kemudian ada pula pimpinan-pimpinan lembaga negara seperti Ketua DPR Puan Maharani, Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, dan jajaran menteri Kabinet Merah Putih.


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Eskalasi di Teluk, Prabowo ingatkan kerukunan modal utama jaga NKRI



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026