Achmad terpilih Ketua PPI IIUM

id PPI IIUM

Achmad Rachibunni'am

"Itu untuk langkah awal kita menuju PPI (IIUM) yang lebih baik," katanya.
Majelis Musyawarah Tertinggi (MMT) Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) International Islamic University Malaysia (IIUM) ke-26 telah selesai dilaksanakan pada Minggu, 21 Oktober 2018 di ruang kuliah dan aula IIUM. 

Kegiatan yang diadakan satu kali dalam satu periode ini berfungsi sebagai forum penyampaian laporan pertanggung jawaban (lpj), perubahan Anggaran Dasar (AD) & Anggaran Rumah Tangga (ART), perancangan Garis Besar Haluan Organisasi (GBHO), serta pemilihan ketua umum untuk periode selanjutnya.

Setelah pembukaan pada hari Sabtu (20/10), agenda dilanjutkan dengan pembacaan laporan pertanggung jawaban PPI IIUM periode 2017-2018 oleh badan pengurus harian. 

Berjalan lancar dan aman, lpj sempat diinterupsi dengan dua pertanyaan dan satu pujian terhadap kinerja pengurus. 

Hamka, mahasiswa jurusan Ilmu Politik IIUM mengapresiasi perkembangan frekuensi diskusi intelektual yang meningkat dari tahun sebelumnya. 

Menurutnya, PPI sebagai organisasi pelajar sepatutnya membuat program kerja bernuansa keilmuan dengan porsi yang banyak.

Seusai pembacaan lpj, agenda dilanjutkan dengan sidang komisi yang membahas AD dan ART dan GBHO. 

Dalam sidang AD dan ART, terdapat beberapa poin perubahan yang diajukan oleh anggota sidang yang menyebabkan suasana menjadi alot. Hujan interupsi dan saling tukar pendapat menemani jalannya sidang. 

Di lain tempat, sidang dengan pembahasan GBHO berjalan lebih kondusif. 

Beberapa anggota menyampaikan pandangannya atas rencana PPI IIUM kedepan, diantaranya dengan menambahkan satu bidang baru, yakni bidang Kajian Strategis. 

Bidang ini nantinya akan bekerja dalam ruang lingkup diskusi isu populer, pengkajian masalah-masalah yang terjadi di Indonesia maupun dunia Internasional, serta perancangan agenda strategis.

Agenda hari pertama diakhiri dengan sidang pleno yang memutuskan hasil sidang komisi sebelumnya.

Kegiatan di hari kedua berfokus pada pemilihan ketua baru. Tiga orang bakal calon ketua menjalani serangkaian tes yang diadakan di depan angota sidang. 

Namun, karena terdapat kendala pada salah satu bakal calon, maka yang diputuskan untuk menjadi calon hanya dua orang yakni Ahmad Rachibunni'am dan Hamzah Rilyadi. 

Kedua kandidat saling menyampaikan visi dan misinya dalam memimpin PPI IIUM kedepan. 

Setelah penyampaian visi dan misi, dilakukan musyawarah untuk memilih satu diantara kandidat yang akan menjadi ketua. 

Namun karena sidang tak kunjung mencapai mufakat, akhirnya dipilihlah jalan voting. 

Dari 165 jumlah pemilih, terpilih Achmad Rachibunni'am sebagai ketua dengan perolehan sebanyak 108 berbanding 47 yang diperoleh Hamzah Rilyadi. 

Terdapat 10 suara tidak sah karena berbagai alasan.

Usai putusan akhir MMT oleh presidium sidang dan pengesahan Achmad Rachibunni'am sebagai ketua umum PPI IIUM periode 2018-2019, kegiatan kemudian ditutup dengan do'a dan berfoto bersama.

Ditemui seusai kegiatan, Ni'am mengatakan kedepannya InsyaAllah akan melaksanakan kegiatan yang mendidik dan bersifat intelektual dalam bidang agama dan pengetahuan umum. 

PPI IIUM juga akan fokus membenahi acara yang sudah ada dan improve lagi kedepannya, juga memperhatikan internal dan eksternal pengurus serta warga PPI IIUM. 

Lebih lanjut, pria 21 tahun asal Bogor ini menyatakan langah awal yang dilakukannyaakan membuat struktur organisasi, memilih pengurus. 
Setelah itu melakukan pelantikan, kemudian pembentukan program kerja bersama-sama dengan organisasi-organisasi Indonesia (paguyuban) di IIUM. 

"Itu untuk langkah awal kita menuju PPI (IIUM) yang lebih baik," katanya.

Dihubungi via WhatsApp, ketua PPI IIUM periode 2017-2018 Rif'at Abdillah menyampaikan pesan agar PPI IIUM periode 2018-2019 selalu memanfaatkan sumber daya manusia yang ada dengan sebaik-baiknya dan selalu menjaga marwah. 

Pria asal Sleman ini juga berharap PPI IIUM tetap tegas menjaga sifat independensi ditengah kuatnya pusaran politik di tahun 2019. (Ulin)
Pewarta :
Editor: Agus Setiawan
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar