Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

Ringgit menguat jadi 3,99 per dolar AS Rabu pagi

Rabu, 8 April 2026 08:41 WIB
Image Print
Ilustrasi uang ringgit Malaysia. (ANTARA/Rangga Pandu Asmara Jingga)

Kuala Lumpur (ANTARA) - Mata uang ringgit menguat menjadi 3,99 terhadap dolar AS, didukung oleh sentimen pasar yang membaik setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan penundaan aksi militer terhadap Iran selama dua minggu menyusul pembicaraan dengan para pemimpin Pakistan.

Dikutip dari BERNAMA, pada Rabu pukul 8 pagi, mata uang ringgit naik 0,67 persen menjadi 3,9975 terhadap dolar AS, dari sebelumnya 4,0275 per dolar AS pada penutupan perdagangan hari Selasa (7/4).

Kepala Ekonom Bank Muamalat Malaysia Bhd, Mohd Afzanizam Abdul Rashid, mengatakan Trump menyetujui gencatan senjata sementara selama dua minggu, yang ia gambarkan sebagai "gencatan senjata bilateral".

"Situasi ini mungkin memberikan sedikit kelegaan sementara bagi sentimen pasar di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi menyusul guncangan akibat konflik di Iran," kata Afzanizam Abdul Rashid.

Pada pembukaan hari ini, ringgit juga menguat terhadap yen Jepang menjadi 2,5187 dari sebelumnya 2,5229 pada penutupan Selasa.

Namun, ringgit melemah terhadap euro menjadi 4,6719 dari 4,6566, dan jatuh terhadap poundsterling Inggris menjadi 5,3570 dari 5,3425.

Adapun ringgit secara umum dilaporkan menguat terhadap mata uang ASEAN.

Nilai tukarnya naik terhadap dolar Singapura menjadi 3,1331 dari 3,1381, menguat terhadap rupiah Indonesia menjadi 233,6 dari 235,4, dan naik terhadap peso Filipina menjadi 6,63 dari 6,68 hari sebelumnya.

Ringgit melemah terhadap baht Thailand menjadi 12,4572 dari 12,3809.



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026