Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

Pejabat Inggris berbeda pendapat soal kunjungan Raja Charles ke AS

Senin, 27 April 2026 23:24 WIB
Image Print
Raja Charles III berjalan menuju Istana St. James setelah bertemu kelompok filantropi lingkungan Indonesia-Inggris di Lancaster House, London, Inggris, Rabu (21/1/2026). Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Raja Charles III dengan sejumlah filantropi asal Indonesia dan Inggris tersebut membahas program-program konservasi, termasuk mengenai konservasi gajah. ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nym. (ANTARA FOTO/GALIH PRADIPTA)

Washington (ANTARA) - Pemerintah Inggris menilai secara ambigu terkait kunjungan Raja Charles III ke Amerika Serikat; di mana sejumlah pejabat menganggap lawatan itu bersifat kewajiban, sementara yang lain mempercayai hal itu akan berdampak negatif.

"Dia (Raja Charles) harus berangkat. Dengan tidak pergi ke AS, itu akan memperburuk hubungan (AS dan Inggris)," kata seorang pejabat Inggris kepada The Washington Post, Senin.

Pejabat tersebut khawatir sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi tidak dapat diprediksi selama pertemuan dengan Raja Charles.

"Anda tidak pernah bisa menebak apa yang akan dilakukan atau dikatakan presiden ini (Donald Trump) ketika berada di sebelahnya, tetapi Raja (Charles) memiliki ekspresi wajah yang sangat tenang," kata pejabat itu.

Sementara itu, tim Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mempercayai Raja Charles III memiliki kemampuan untuk menjaga sikap sebagai aristokrat yang tenang dan menghindari keadaan buruk, demikian laporan itu.

Perjalanan Raja Charles III ke AS dimulai pada Senin ini. Charles akan bertemu Trump secara informal. Kemudian, Selasa (28/4), Raja Charles akan menyampaikan pidato di Kongres AS.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Inggris ambigu soal kunjungan Raja Charles ke AS



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026