Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

UEA bantah tuduhan Iran terlibat agresi

Sabtu, 16 Mei 2026 11:10 WIB
Image Print
Ilustrasi - Warna dari bendera Uni Emirat Arab diproyeksikan ke gedung tertinggi di dunia, Burj Khalifa saat perayaan malam tahun baru 2024 di Dubai, UEA, Minggu (31/12/2023). ANTARA FOTO/REUTERS/Amr Alfiky/rwa.

Dubai (ANTARA) - Menteri Negara di Kementerian Luar Negeri (Kemlu) UEA Khalifa bin Shaheen Al Marar menyatakan pemerintahnya membantah keras tuduhan Iran yang menuding ikut terlibat dalam agresi militer.

Al Marar mengatakan hal itu saat menghadiri pertemuan tingkat menteri luar negeri (menlu) negara anggota BRICS di New Delhi, India, Jumat (15/5).

"Yang Mulia menegaskan penolakan sepenuhnya UEA atas tuduhan Iran," kata Al Marar dalam pernyataan Kemlu UEA.

UEA juga menolak ancaman atau upaya apa pun untuk memengaruhi kebijakan UEA sebagai sebuah negara berdaulat.

"UEA memiliki hak kedaulatan, hukum, diplomatik, dan militer secara penuh untuk merespons ancaman, tuduhan, atau tindakan permusuhan apa pun," ujar Al Marar.

Sebelumnya, Kamis (14/5), Menlu Iran Abbas Araghchi menuding UEA terlibat langsung dalam operasi militer menyerang Iran. Saat Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran, Araghchi mengatakan UEA tidak mengecam agresi itu dan malah mengizinkan wilayah mereka digunakan untuk menyerang wilayah Iran.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan ke Iran hingga memicu serangan balasan Iran ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah. Washington dan Teheran kemudian menyatakan gencatan senjata pada 7 April.

Eskalasi di Timur Tengah akibat ketegangan tersebut menyebabkan tertutupnya Selat Hormuz, jalur pelayaran kunci bagi suplai migas dari Teluk Persia ke pasar global.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti


Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: UEA bantah tuduhan Iran terlibat agresi



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026