
China fokus empat agenda utama di SOM APEC 2026

Shanghai (ANTARA) - China menyatakan akan memfokuskan Pertemuan Pejabat Senior (SOM) Kerja Sama Ekonomi Asia (APEC) 2026 pada perdagangan, konektivitas, inovasi, dan pembangunan untuk mendorong hasil konkret kerja sama kawasan.
Wakil Menteri Luar Negeri Eksekutif China Ma Zhaoxu mengatakan fokus tersebut dibahas dalam pembukaan SOM APEC di Shanghai, Senin.
“China akan membangun kerangka kerja sama bagi aksi kolektif anggota APEC,” kata Ma.
SOM APEC digelar empat hingga lima kali setiap tahun untuk mempersiapkan pertemuan pemimpin APEC pada November 2026.
SOM kedua tahun ini berlangsung di Shanghai pada 18-19 Mei 2026.
Pertemuan tersebut membahas evaluasi kerja sama semester pertama 2026 dan persiapan agenda para pemimpin APEC.
Ma mengatakan fokus pertama adalah mempercepat pembentukan Kawasan Perdagangan Bebas Asia-Pasifik atau FTAAP.
Menurut dia, FTAAP merupakan visi utama APEC dalam memperkuat integrasi ekonomi regional.
“Kita perlu mempertahankan FTAAP sebagai jalur utama dan meningkatkan kapasitas anggota dalam pengaturan perdagangan regional berstandar tinggi,” ujarnya.
China juga mendorong penguatan sistem perdagangan multilateral berbasis aturan serta tatanan perdagangan yang terbuka dan dapat diprediksi.
Beijing menargetkan dokumen kerja sama FTAAP menjadi salah satu hasil utama pertemuan pemimpin APEC tahun ini.
China juga mendorong kerja sama digitalisasi perdagangan, sektor jasa, dan produk ramah lingkungan guna memperkuat liberalisasi perdagangan dan investasi.
Fokus kedua adalah peningkatan konektivitas regional melalui pengembangan infrastruktur, kelembagaan, dan konektivitas baru.
China juga mendorong penyusunan versi peningkatan Cetak Biru Konektivitas APEC sebagai salah satu hasil pertemuan pemimpin.
Selain itu, Beijing menyiapkan inisiatif di bidang kepabeanan cerdas, transportasi pintar, fasilitasi pariwisata, dan pengembangan bisnis APEC.
Fokus ketiga adalah pengembangan sumber pertumbuhan baru berbasis ekonomi digital dan kecerdasan buatan.
Ma mengatakan China akan mendorong penyusunan peta jalan pertumbuhan inovatif berbasis kecerdasan buatan dan ekonomi digital.
China juga akan menggelar rangkaian kegiatan digital APEC di Chengdu pada Juli 2026.
Selain itu, Beijing akan mengadakan dialog kebijakan ekonomi digital dan kecerdasan buatan serta mempertimbangkan pembentukan platform kerja sama pemanfaatan data dan inovasi terbuka.
Fokus keempat adalah peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kerja sama ekonomi regional.
China juga menyiapkan hasil pragmatis di bidang energi, ketahanan pangan, usaha kecil dan menengah, pengembangan SDM, antikorupsi, pertukaran pemuda, dan penuaan sehat.
Indonesia dalam SOM APEC Shanghai itu diwakili Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri RI Santo Darmosumarto.
China menjadi tuan rumah APEC 2026 dengan tema “Membangun Komunitas Asia-Pasifik untuk Kemakmuran Bersama”.
Pertemuan puncak APEC 2026 dijadwalkan berlangsung di Shenzhen, Provinsi Guangdong, pada November 2026.
APEC merupakan forum kerja sama antara 21 entitas ekonomi di lingkar Samudera Pasifik yang berdiri pada 1989.
Anggota-anggota APEC adalah Australia, Brunei Darussalam, Kanada, Chile, China, Hong Kong-China, Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Meksiko, Selandia Baru, Filipina, Peru, Papua Nugini, Rusia, Singapura, Taiwan, Thailand, Amerika Serikat dan Vietnam.
Kerja sama di APEC merupakan kerja sama non-politis, ditandai dengan keanggotaan Hong Kong dan Taiwan. Anggota APEC disebut "ekonomi" mengingat setiap anggota saling berinteraksi sebagai entitas ekonomi, dan bukan sebagai negara.
Tujuan utama APEC ini tertuang pada dokumen visi jangka Panjang APEC Putrajaya Vision 2040, yang disepakati pada 2020. Visi ini menggantikan Bogor Goals yang telah menjadi visi jangka panjang APEC sejak tahun 1994.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: China fokus empat agenda utama di SOM APEC 2026
Pewarta : Desca Lidya Natalia
Editor:
Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
