Logo Header Antaranews Kuala Lumpur

Jepang waspada serangan siber infrastruktur penting

Senin, 18 Mei 2026 18:08 WIB
Image Print
Ilustrasi - Bendera nasional Jepang terlihat di depan sebuah gedung. (ANTARA/Anadolu/aa.)

Tokyo (ANTARA) - Pemerintah Jepang akan mengeluarkan peringatan kepada operator-operator infrastruktur penting yang berisiko terkena serangan siber dengan menggunakan alat kecerdasan buatan (AI) tingkat lanjut.

Peringatan itu terungkap dari langkah-langkah penanggulangan yang disusun Pemerintah Jepang pada Senin.

Upaya itu dilakukan karena Claude Mythos, model AI terbaru yang dikembangkan oleh perusahaan rintisan Amerika Serikat, Anthropic, telah memicu kekhawatiran eksploitasi untuk menyerang berbagai sistem, karena kemampuan luar biasa dalam mengidentifikasi kerentanan sistem.

Pemerintah Jepang juga berupaya keras membangun kerangka kerja melalui Kantor Keamanan Siber Nasional untuk menanggapi dan mencegah serangan tersebut.

Menteri Digital Jepang Hisashi Matsumoto, yang bertanggung jawab atas keamanan siber, mendapat instruksi khusus dari Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi sejak awal Mei untuk menyiapkan langkah-langkah terhadap potensi serangan siber di tengah meningkatnya ancaman yang ditimbulkan oleh AI.

Langkah-langkah penanggulangan tersebut disusun dalam rapat, Senin, yang dihadiri Matsumoto dan pejabat senior dari berbagai badan pemerintah, termasuk Badan Kepolisian Nasional, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Infrastruktur.

Menteri Matsumoto memperingatkan bahwa penggunaan AI dengan buruk dapat secara dramatis meningkatkan skala dan kecepatan serangan siber.

Oleh karena itu, menurutnya, Pemerintah Jepang perlu segera merancang respons terhadap ancaman tersebut karena itu merupakan masalah yang mendesak untuk diatasi.

Sumber: Kyodo



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Jepang waspada serangan siber infrastruktur penting



Pewarta :
Editor: Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026