
Malaysia siap tindaklanjuti peningkatan pengiriman PMI sektor kesehatan

Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, menyambut usulan Indonesia untuk memperluas penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) di sektor kesehatan, khususnya tenaga keperawatan, dan menyatakan komitmen pemerintah Malaysia untuk menindaklanjuti usulan tersebut.
Dalam pernyataan pers bersama Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, usai Komisi Gabungan Kerja Sama Bilateral (JCBC) ke-17 Indonesia–Malaysia di Jakarta, Kamis, Mohamad Hasan mengatakan bahwa Indonesia mengusulkan agar pengiriman tenaga kerja tidak hanya terbatas pada sektor-sektor yang selama ini telah berjalan.
“Ada saran dari pihak Indonesia agar kami memastikan pengiriman tenaga kerja dari Indonesia diperluas ke luar sektor-sektor yang sudah ada, terutamanya sektor keperawatan. Kami akan bincangkan hal ini,” kata Mohamad Hasan.
Menurut dia, pemerintah Malaysia akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan Malaysia karena pengaturan tenaga kerja kesehatan berada di bawah kewenangan kementerian tersebut.
Ia menilai usulan tersebut akan memberikan manfaat bagi kedua negara, baik dalam peningkatan kompetensi tenaga kesehatan maupun dalam mendukung pengembangan industri kesehatan Malaysia.
Dalam kesempatan itu, Mohamad Hasan juga menyambut baik kembali penyelenggaraan JCBC Indonesia–Malaysia yang terakhir kali digelar pada 2018. Menurutnya, forum tersebut tidak hanya memperkuat kerja sama kedua negara, tetapi juga menjadi sarana menyelesaikan berbagai persoalan bilateral yang masih tertunda.
“Hubungan antarnegara bertetangga kadang-kadang masih ada simpul yang masih terikat, dan simpul-simpul tersebut yang kita akan uraikan,” kata Menlu Malaysia yang akrab disapa Tok Mat.
Ia menyebut salah satu isu yang mulai menemukan titik terang melalui dialog saat ini adalah persoalan batas darat dan maritim antara Indonesia dan Malaysia.
“Saya lihat hal tersebut sudah di peringkat terakhir persetujuan untuk dibawa dalam pertemuan kedua pemimpin kita nanti,” ujarnya.
Selain isu perbatasan, kedua negara juga membahas peluang peningkatan kerja sama di berbagai sektor lain, terutama perdagangan dan industri.
Mohamad mengatakan bahwa pembahasan dengan Indonesia, yang ia sebut sebagai sahabat, menunjukkan komitmen kedua negara untuk memperkuat hubungan ekonomi dan kerja sama strategis di berbagai bidang.
Ia juga meyakini mekanisme JCBC dapat membantu Indonesia dan Malaysia menyelaraskan visi bersama sekaligus mewujudkan harapan para pemimpin kedua negara untuk meningkatkan kerja sama bilateral.
Pelaksanaan JCBC ke-17 Indonesia–Malaysia merupakan tindak lanjut dari konsultasi bilateral antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim yang berlangsung pada Juli 2025.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Malaysia pertimbangkan menambah perawat Indonesia ke negaranya
Pewarta : Nabil Ihsan
Editor:
Rangga Pandu Asmara Jingga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
